oleh

Bertikai di Pendulangan, Lima Aktor Utama Diamankan Polisi

TIMIKA – Kepolisian mengamankan lima orang di Rutan Polsek Mimika Baru, Kamis (25/3) usai diduga menjadi aktor utama pertikaian yang terjadi di daerah pendulangan Mile 25-26. Pertikaian itu mengakibatkan satu orang terluka, dan terpaksa dilarikan ke RSUD Mimika untuk menjalani perawatan medis.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan menjelaskan, kejadian itu disebabkan oleh dua kelompok yang sementara ini, diduga kepolisian meributkan lahan pendulangan. Tetapi, ia menyatakan perlu ada kajian lebih lanjut apakah ada izinnya.

“Nanti kami pastikan lagi. Yang pasti tadi kami dibantu dari Polres Mimika untuk merespon kejadian ini,” ujarnya.

Dari kedua kelompok tersebut, katanya, lima orang tokoh atau aktor pertikaian diamankan. Sementara itu ia menyebut sempat dilakukan pengerusakan oleh para pelaku. Termasuk adanya satu korban di RSUD Mimika. “Informasi terakhir korban itu sementara dalam keadaan baik-baik saja,” ungkapnya.

Lima orang yang diamankan diketahui masing-masing berinisial NH (52), WR (42), TH (46), EA (39) dan RR (30).

Ditanyakan mengenai adanya personel kepolisian yang ditembaki dengan senapan angin, AKP Dionisius membenarkan hal itu. Hanya saja ia mengatakan hal itu merupakan dinamika dalam bertugas.

“Syukur anggota kami tidak terpancing dan memang tadi ada senapan angin dan panah-panah wayer. Namun ya sampai saat ini tidak ada korban dari anggota (kepolisian),” jelasnya.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata menambahkan, pihaknya akan menindak tegas siapa yang melakukan tindak pidana tersebut. Ia memastikan jika hal serupa masih berulang, tindakan tegas serupa tetap akan diambil.

“Nanti kita lihat akan diselesaikan dalam rangka restorasi justice agar tidak ada dendam. Namun sampai saat ini masih kita proses hukum,” katanya.

Sebelumnya, Kanit Intelkam Polsek Miru, Ipda I Putu Dhyana menyampaikan, kejadian itu dipicu perebutan lahan pendulangan. Setelah dicari tahu lebih lanjut, katanya, masalah tersebut sebenarnya sudah sejak lama terjadi. “Sudah beberapa kali dimediasi. Kalau tidak salah sudah sampai empat kali mediasi,” terang Ipda Putu.

“Katanya terakhir semalam (Rabu malam) itu sudah mediasi dan disepakati. Tapi ini masih ribut lagi,” sambungnya.

Ia juga memastikan sempat ada pembakaran sejumlah camp, saat pertikaian yang secara melibatkan sekitar 50 orang itu terjadi. “Yang pasti kerugian materil lagi disusun para korban untuk dilaporkan ke Polres,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *