oleh

143 Siswa SMK Petra Ikut Ujian Kompetensi

TIMIKA – SMK Petra mengadakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi 143 siswa yang berlangsung hingga tiga hari kedepan sejak Senin (29/3). Dimana setiap pelajar diuji kemampuannya sesuai jurusan dengan tujuan agar para pelajar mengerti dan memahami keadaan ketika menghadapi pekerjaan kedepannya.

Kepala Sekolah SMK Petra Timika, Fedrik Yembise, SPAK di ruang kerjanya, Senin siang menjelaskan, 143 peserta UKK tersebut dibagi dalam empat shift. Kebijakan itu, katanya, untuk mendukung adaptasi kebiasaan di masa kehidupan normal baru. Jumlah tersebut juga tersebar untuk tiga jurusan yakni Kompetensi Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran yang diikuti 58 peserta, Akuntansi dan Keuangan Lembaga 36 peserta dan Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan 49 peserta.

“Kita bagi empat shift, satu dari jam delapan pagi sampai jam sepuluh, terus jam sepuluh sampai jam dua belas. Setelah itu istirahat dan mulai jam satu siang sampai setengah tiga sore. Jam tiga sore sampai jam setengah lima sore,” sebutnya.

“Karena kita menjaga juga protokol kesehatan dalam era pandemi. Supaya ada jarak. Sebenarnya bisa dua shift saja. Tapi karena era pandemi kita kasih jarak menjadi empat,” sambung Fedrik.

Untuk ujian kompetensi tersebut, ia mengungkap sekolah menyerahkan sepenuhnya penilaian dari para mitra SMK Petra. Salah satunya PT Timika Media Utama (Radar Timika). Meskipun begitu, ia memastikan, materi ujian berasal dari pusat. “Tim juri akan melihat materi yang ada dan akan mengujikan kepada anak-anak kita,” katanya.

Disebutkannya, materi yang diujikan untuk jurusan perkantoran secara garis besar berkaitan dengan proses pekerjaan di kantor. Untuk jurusan akuntansi berfokus kepada siklus perhitungan keuangan. Dan jurusan TKJ, lebih banyak berkaitan dengan informatika atau akses jaringan dan perbaikan jaringan.

Sebagai pimpinan sekolah, ia berharap para pelajar lebih proaktif dan giat bersiap serta terus berlatih agar berhasil mengerjakan tes hingga evaluasi.

Pihaknya mengakui, selama ini belum maksimal dalam memberikan pelajaran sebab pelajaran yang diberikan dilakukan secara daring atau online. Namun, ia menyebut, sekolah dan guru-guru sudah mengusahakan penyampaian materi semaksimal mungkin lewat proses belajar daring tersebut.

“Anak-anak saya kira 75 persen sudah siap untuk menghadapi ujian kompetensi. Terimakasih para guru karena mereka dengan kemampuan yang ada dan tekad yang sungguh, mereka berjuang untuk membekali anak-anak sehingga hari ini kita bisa ujian kompetensi,” jelas Fedrik.

“Saya optimis mereka bisa mengerjakan. Karena sudah diberikan pembekalan oleh tim penguji yang solid dan bagus. Materi yang diujikan juga tidak berbeda jauh dengan apa yang mereka sudah hadapi,” tukasnya.

Sementara itu, pembukaan UKK SMK Petra sendiri dibuka oleh Pengawas SMK Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Pemprov Papua, Edi W S, dan dihadiri Kepsek SMK Petra, Fedrik Yembise, Ketua YABT cabang Mimika, Yosmina Jitmau, dewan guru SMK Petra serta perwakilan dunia usaha dan dunia industri.(dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *