oleh

Kafilah Mimika Siap Berkompetisi di STQ Papua

TIMIKA – Para kafilah yang telah dinyatakan sebagai juara dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) X Tahun 2021, menyatakan siap berkompetisi di ajang STQ tingkat Papua Tahun 2021 pada Juni mendatang. Sebelum bertanding di skala provinsi, para kafilah ini akan mendapat pembinaan (training center) jangka pendek untuk persiapan STQ di Jayapura.

Ketua Panitia STQ X, Abdul Syakir, SPdI, Senin (29/3) mengatakan pembinaan akan dilaksanakan setelah bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah. Khusus untuk para juara ini sebutnya, diharapkan sudah dapat mempersiapkan diri untuk ajang STQ tingkat provinsi nanti.

“Kita prioritaskan yang juara satu, tapi tidak menutup kemungkinan yang juara dua dan tiga, nanti dilihat lagi dari hasil pembinaan,” ujar Syakir.

Nantinya dalam pembinaan ini sebut Syakir akan dilatih oleh pelatih tingkat lokal dan pelatih yakni qori dan qoriaah tingkat nasional dan internasional yang masih sementara dilobi.

Untuk jumlah kafilah yang akan mewakili Timika di ajang STQ Papua sebutnya masih akan dihitung kembali lagi sesuai dengan hasil pembinaan. “Masih tahap proses, pihak LPTQ nanti kita lihat ada tidak perkembangannya, kita lihat lagi apakah layak dibawa atau tidak,” jelasnya.

Selanjutnya Syakir mengatakan ia berterima kasih kepada semua pengurus LPTQ yang telah memberikan amanah sehingga STQ X ini bisa diberikan kepada mereka dan dapat dijalankan dengan baik dan lancar. Selain itu, ucapan terima kasih juga diungkapkan kepada Pemda Mimika yang telah memberikan support penuh mulai pelaksanaan STQ, pembinaan hingga ajang STQ tingkat provinsi Papua nantinya. Yang terakhir kepada masyarakat Timika, ia harap agar dukungan dan doa diberikan agar para kafilah di Mimika bisa mendapat prestasi sesuai dengan yang diharapkan.

Lanjutnya, setelah STQ tingkat provinsi ini kata Syakir sesuai dengan amanat Ketua Umum LPTQ Mimika, pihaknya juga akan tetap melakukan pembinaan jangka panjang dan berkelanjutan dalam rangka mempersiapkan untuk MTQ XXIX tingkat provinsi.

“Pembinaan jangka panjang yang akan kita lakukan, metodenya ada dua, lokalan dan yang berpotensi serta pelatih baik qori qoriah, pelatih akan dipondokkan di Jakarta maupun di Jawa. Ini ada program kerja sama, mungkin satu ada dua bulan untuk kembali dibina di Timika lagi,” jelasnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *