oleh

Perbaikan Drainase dan Jalan Jadi Usulan di Reses Mariunus dan Mery

TIMIKA – Perbaikan sarana drainase dengan dukungan anggaran guna pemeliharaan serta pengaspalan maupun tailing jalan-jalan warga menjadi usulan yang paling banyak disampakan oleh masyarakat dalam kegiatan Reses Tahap I di Daerah Pemilihan (Dapil) III oleh dua anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan.

Reses yang dilangsungkan di dekat kediaman Mariunus Tandiseno, Jalan Yos Sudarso, Rabu (31/3) tersebut berlangsung dalam suasa kekeluargaan.

Dalam reses Tahap I ini, ketua-ketua RT dengan didampingi langsung Kepala Distrik Wania, Richard L Wakum dan Kepala Kelurahan Wonosari Jaya serta Kamoro Jaya banyak menyampaikan usulan untuk perbaikand an pembangunan infrastruktur.

Dihadapan Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan, Fincent Jitmau selaku Ketua RT 13 Kelurahan Inauga mengusulkan agar kali yang ada di SP1, Hasanuddin sampai Jalan Sam Ratulangi diharapkan bisa bisa ditalud karena menampung air dan merupakan pembuangan induk. Selain itu, sarana drainase yang ada di Kelurahan Inauga juga banyak yang sudah rusak sebab tidak dipelihara oleh instansi teknis. Pemerintah sebutnya hanya membangun saja, lalu melepas dan tidak menurunkan anggaran untuk biaya pemeliharaan. Selain itu ia juga mengusulkan agar ketua-ketua RT dapat peningkatan honor yang disesuaikan dengan UMK di mana berkisar Rp 3-4 juta karena dilantik oleh bupati.

“Harus ada anggaran perawatan supaya tidak rusak infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi usulan ini,  Mery Pongutan mengatakan apa yang menjadi usulan dari masyarakat di  Dapilnya sudah ia masukan di Pokok Pikiran (Pokir) di tahun 2019 dan 2020 lalu. Namun, sebut Mery, memang tidak serta merta apa yang menjadi usulan dewan ini dapat diakomodir pemerintah karena adanya keterbatasan anggaran.

“Kami sudah masukan soal drainase, tapi belum terakomodir seperti drainase. Jembatan kayu dan tailing saja yang sudah. Kita harap drainase yang saya usulkan tahun ini bisa diakomodir tahun depan,” jelasnya.

Sementara itu, Mariunus Tandiseno mengatakan untuk drainase memang menjadi masalah yang paling banyak diusulkan masyarakat di Distrik Wania. Namun, untuk anggaran yang dikeluarkan pemerintah guna pemeliharaan kata Mariunus, hal ini sepertinya tidak bisa sebab masyarakat bersama RT-RT lah yang harus berinisiatif untuk menjaga kebersihan sarana drainase dan menjaga agar saluran air ini tidak rusak.

“Drainase seperti di Jalan Sam Ratulangi, itu tanggung jawab RT dan masyarakat, bisa giatkan Jumat bersih. Di mulai dari lingkungan kita. Ajak masyarakat bersih-bersih lingkungan,” jelas Mariunus.

Legislatif yang meraih suara terbanyak di Pileg 2019 ini mengungkapkan juga soal usul untuk menaikan honor ketua RT sesuai UMK belum dapat dilakukan oleh pemerintah.

“Soal honor RT, kami dewan masih pelajari, supaya seragam. Kita perjuangkan saja seperti sampai Rp 1 juta. Kami mendengar keluhan RT dan akan kami sampaikan ke atas. Aspirasinya dari kami, itu tugas kami,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat tambahnya, dari agenda reses ini memang ia dan Mery akan mencatat apa yang menjadi usulan warga di dapil mereka. Namun, untuk berjanji bisa memenuhi semua itu sebutnya, adalah hal yang tidak mungkin karena ia tidak ingin berjanji yang besra-besar. Dari hal-hal kecil kata Mariunus, ia akan berusaha meneruskan hal ini dalam Pokir serta menyampaikan langsung kepada pemerintah agar diperhatikan oleh dinas teknis untuk dapat dimasukan dalam program kerja mereka. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *