oleh

Reses di Dua Lokasi, Warga Bahas Proyek Fisik dan Bantuan Rumah Ibadah

TIMIKA – Dalam agenda reses tahap I yang digelar oleh Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, H Iwan Anwar di dua lokasi yakni di Kelurahan Wanagon Distrik Mimika Baru dan kawasan Gorong-Gorong, usulan masyarakat paling banyak soal kebutuhan sarana infrastruktur dan pembangunan rumah ibadah.

Anggota DPRD Komisi A ini mengadakan reses di dua lokasi dalam dua hari yakni pada Jumat (2/4) dan Minggu (5/4). Dari dua lokasi yang ia kunjungi ini, sebagian masyarakat mengusulkan pemerintah dapat memberikan dukungan untuk membangun sarana infrastruktur dan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah.

Khusus untuk wilayah di seputaran Gorong-Gorong sebut H Iwan, masalah yang paling krusial diusulkan oleh masyarakat setempat yakni soal keberadaan pasar di area tersebut. Di mana, keberadaan pasar Gorong-Gorong ini akan coba dikoordinasikan kembali dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar bisa diperhatikan oleh pemerintah.

Pasar Gorong-Gorong yang sudah ada sejak lama ini sebut H Iwan, memang terus menuai pro dan kontra. Pemerintah sendiri sudah melakukan tindakan preventif untuk memindahkan pedagang ke Pasar Sentral. Namun, para pedagang masih enggan dan kembali lagi ke pasar ini.

Melihat situasi ini, H Iwan mengatakan bagaimana jika ada solusi tepat dan bijak yang harus diambil oleh pemerintah. “Kita harus carikan solusi agar Pasar Gorong-Gorong ini tetap eksis, bagaimana kalau pemerintah carikan solusi lokasi pasar tapi tidak jauh dari lokasi pasar ini juga,” sebutnya.

Lanjut H Iwan, jika ada satu tempat khusus yang dijadikan pasar rakyat, maka dilokasi inilah yang bisa ditata dengan tepat agar tidak terkesan kumuh. Jika selama ini pasar yang ada terkesan kumuh karena sampah di mana-mana dan sarana drainase tersumbat, maka ke depanya diharapkan pemerintah bersama instansi terkait bisa bersinergi untuk mencarikan solusi.

Adapun keberadaan Pasar Gorong-Gorong ini sebut H Iwan, merupakan urat nadi perekonomian dari masyarakat kecil. Walaupun ada Pasar Sentral, namun masih harus ditata dengan lebih modern lagi sehingga bisa menjadi pusat ekonomi. Sementara itu, untuk pasar rakyat bisa dibuat di area lain sehingga masyarakat yang sudah dekat dengan lokasi ini bisa tetap hidup dari berjualan.

“Pasar rakyat ini sangat penting, kita juga pikirkan masyarakat di Gorong-Gorong ini dipermudah aksesnya untuk membuat satu ciri khas pasar rakyat,” jelasnya.

Selain masalah pasar, banjir juga menjadi satu masalah yang menguak dalam reses H Iwan. Banjir yang diakibatkan karena tersumbatnya sarana drainase dan penyumbatan sarana gorong-gorong, maka setelah dewan memasukan usulan masyarakat ke Pokir dan diajukan kepada pemerintah, maka ia harap instansi teknis turut juga melihat langsung kondisi lapangan.

Aspirasi masyarakat lainya yakni soal ketidakhadiran mobil pengangkut sampah tambah H Iwan, juga menjadi perhatianya. Mobil pengangkut sampah yang tidak masuk ke wilayah Gorong-Gorong menumpuk dan menjadi berserakahan ke mana-mana. Jika tidak ditangani maka akan menimbulkan dampak lain seperti di bidang kesehatan.

Ditambahkan H Iwan, usulan terakhir yang diajukan masyarakat adalah soal bantuan untuk bangun dan rehab rumah ibadah. Menanggapi hal ini, dalam setiap resesnya ia mengatakan memang usulan tersebut juga menjadi perhatianya. Hal ini menurutnya, dikarenakan di rumah ibadah inilah cikal bakal konsep pikiran umat terbentuk. Dari situlah, masyarakat akan bahagia ketika beribadah.

“Saya berharap dari reses di dua tempat akan menjadi bahan saya untuk saya ajukan di Pokir dan saya ajukan pada bahan sebelum Musrembang,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *