oleh

Vaksinasi bagi Karyawan Freeport Diperkirakan di Bulan Mei

TIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Internasional SOS telah meminta kepada Pemeritah Pusat untuk menjalankan program vaksinasi mandiri dengan meminta sekitar 70.000 dosis vaksin. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu kedatangan vaksin sebab diperkirakan banyaknya perusahaan yang mengajukan hal serupa.

Hal itu disampaikan Vice President Corporate Communication, PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, Senin (5/4). Ia menyebut, kemungkinan keterlambatan kedatangan vaksin sebab perusahaan di Indonesia yang diperkirakan jumlahnya mencapai 9.300 membuat vaksin mengalami keterlambatan kedatangannya.

“Kita masih akan menunggu kapan vaksin itu akan datang. Tapi yang saya dengar terakhir, mugkin sekitar bulan Mei baru vaksin itu kita dapatkan. Itupun kabarnya belum pasti. Jadi Internasional SOS juga masih bekerja untuk mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Riza juga mengakui, sempat terjadi kenaikan penyebaran Covid-19 di lingkungan PTFI. Kenaikan angka itu diperkirakan salah satu faktornya adalah adanya bus karyawan yang naik dan turun. Tetapi hal itu dapat diantisipasi dengan memperluas tracking atau pelacakan penyebaran Covid-19 dengan melakukan tes. Sehingga banyak yang diketahui mengidap Covid-19.

“Itu bukan hal yang buruk saya rasa. Tetapi adalah kebaikan kalau kita tahu. Toh sampai saat ini, tingkat kesembuhan masih mencapai diatas angka 90 persen,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat ada kekhawatiran mengenai meningkatnya jumlah penderita Covid-19 di PTFI. Hal itu lantaran dikhawatirkan, tidak mencukupinya tempat isolasi bagi pengidap Covid-19.

Untungnya hal tersebut berhasil diturunkan. Sehingga kelihatannya sekarang bisa lebih stabil dan tidak mengkhawatirkan,” tutupnya.(dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *