oleh

Masyarakat Kipia dan Pronggo Butuhkan Listrik dan Air Bersih

TIMIKA – Masyarakat di Kampung Kipia dan Pronggo sangat berharap pemerintah dapat membantu mereka dengan menyediakan fasilitas penerangan dan sarana air bersih. Hal itu diungkapkan Legislator PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Mimika dari Dapil 6, Thobias Albert Maturbongs yang telah melaksanakan kegiatan Reses Tahap I di dua kampung tersebut.

Thobias, Selasa (6/4) mengungkapkan, masalah yang dikeluhkan warga pesisir Mimika itu umumnya sama, seperti sebelumnya ia juga ke Kampung Mupuruka dan Uta di Reses akhir tahun 2020.

Warga pesisir Mimika mendambakan layanan listrik pemerintah menyentuh kampung mereka. “Mereka mempertanyakan kapan Program ‘Mimika Terang’ menyala menerangi rumah-rumah warga karena tiang listrik sudah tahunan berdiri di sana, sehingga warga menunggu-nunggu realisasinya,” jelasnya.

Selain itu warga juga mengadu tentang aspirasi agar pemerintah memperkuat program air bersih sehingga ada infrastruktur instalasi air yang bisa mengalir sampai ke rumah-rumah warga.

Secara spesifik di Kampung Kipia warga menitip aspirasi pembangunan gereja yang sudah tidak pernah diperhatikan pemerintah sejak 20 tahun terakhir ini. Rumah ibadah itu jauh dari kata layak. Warga rindu tempat ibadah mereka dibangun permanen sehingga bisa menjadi tempat beribadah yang lebih baik.

Sementara di Kampung Pronggo tidak ada bangunan balai desa, membuat kepala kampung setempat melayani warga di teras rumahnya yang ditata seadanya. Pemerintah diminta menyediakan bangunan itu agar kehadiran pemerintah terasa bagi warganya.

Keprihatianan lainnya, ungkap Thobias, bagi Kepala Kampung Kipia yang kini hidup di tenda sebab rumahnya sudah rubuh dan sedang berupaya membangun kembali. Pemerintah diminta segera tanggap membantu dengan Program Rumah Sehat.

Adapun masalah dan keluhan warga pesisir Mimika itu sudah diajukan dalam Musrembang tingkat Distrik, namun belum juga diakomodir. Hal ini menjadi perjuangan Dewan agar pemerintah memprogramkan pembangunan yang pro rakyat.

Legislator PDI Perjuangan itu menambahkan, warga terharu ketika didatanginya. Khusus di Kampung Kipia merupakan kali pertama didatangi Anggota Dewan, sehingga resesnya itu merupakan hal baru yang sempat membuat bingung warga. Hal ini membuktikan masih ada juga kampung yang belum tersentuh layanan pemerintah daerah Mimika. Ia menuturkan, seharusnya pembangunan digencarkan mulai dari kampung-kampung barulah ke dalam kota Timika, sebagaimana visi misi kepala daerah Mimika, membangun dari desa ke kota.

Dari aspirasi warga yang diserapnya ia akan memperjuangkan masuk dalam Pokok Pikiran (Pokir) Dewan agar kerinduan warga ini menjadi perhatian dan dijawab pemerintah.

Thobias juga bersyukur sebab dari Pokirnya tahun kemarin ada satu yang sudah terjawab, yaitu di kampungnya dermaga Timika Pantai dan peletakan batu pertama PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang diresmikan oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *