oleh

Penyidik Masih Siapkan Berkas Empat Tersangka Kepemilikan Narkotika

TIMIKA- Proses penyidikan terhadap kasus kepemilikan Narkotika golongan I jenis tembakau sintetis dan ganja, yang tersangkanya masing-masing berinisial MA alias AL, DW alias John, YW alias Bobi dan satu tersangka lagi yakni DS alias Dian masih terus berjalan.

Kini penyidik Sat Resnarkoba tengah menyiapkan berkas kasus Narkotika itu, untuk nantinya dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, guna dilakukan pemeriksaan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mimika.

“Kita masih siapkan berkasnya, dan saat ini masih lagi menunggu BAP ahli,”singkat Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Mansyur, SH kepada Radar Timika, Selasa (6/4) kemarin.

Selain menyiapkan berkas dari 4 tersangka itu, kata Kasat Resnarkoba bahwa pihaknya juga, masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan di lapangan terkait kasus Narkotika lagi.

“Sambil kita lakukan pengembangan dan lidik di lapangan lagi,”sambungnya.

Untuk diketahui, selain mengamankan 4 tersangka, Polres Mimika juga berhasil mengamankan barang bukti yakni 32 buah plastik bening berisikan narkotika golongan I jenis tembakau sintetis seberat 40, 80 gram, 1 buah plastik bening kecil berisikan narkotika golongan I jenis ganja seberat 1,78 gram, 4 buah handphone, dan 1 buah sepeda motor Yamaha Mio.

Yang mana untuk tersangka MA alias AL diamankan di Jalan Budi Utomo pada Sabtu (13/3) lalu. Kemudian tersangka DW alias John dan YW alias Bobi diamankan di Jalan Cenderawasih, SP2 pada Sabtu (13/3) lalu. Sementara tersangka DS alias Dian, yang diketahui merupakan oknum pelajar itu, diamankan di seputaran Jalan Leo Mamiri pada Jumat (26/3) lalu.

Akibat perbuatan mereka, untuk tersangka MA alias AL dan tersangka DS alias Dian dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar”.

Dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar.

Sementara untuk tersangka DW dan YW di jerat Pasal 111 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun. Dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta, dan paling banyak Rp 8 miliar”.

Dan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar”. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *