oleh

Dibangun Dua Tahap, Venue Panjat Tebing Hampir Rampung

TIMIKA – Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE MH memberi deadline penyelesaian pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 sebelum Agustus. Salah satu venue yang masih sementara dibangun adalah venue panjat tebing.

Hingga saat ini menurut Project Manager PT Haka Utama, Taufik yang menangani pembangunan venue panjat tebing secara keseluruhan progres pembangunan venue sudah mencapai 98 persen. Tinggal gerbang dan landscape atau penataan halaman yang ditargetkan bisa selesai dalam waktu sebulan.

Pembangunan venue panjat tebing dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama Tahun 2020 lalu dan tahap kedua Tahun 2021. Proses pekerjaan diakui Taufik mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19, sementara hampir semua material didatangkan dari luar.

Seharusnya menurut Taufik, pembangunan bisa dituntaskan Tahun 2020 lalu tapi karena Covid-19 maka aktivitas terhenti sekitar tiga bulan. Jadinya kontraktor hanya memiliki waktu sekitar 7 bulan untuk bekerja. Meski demikian,  progresnya pun cukup cepat dan pada tahap kedua hanya finishing pekerjaan.

Venue panjat tebing yang dibangun menggunakan APBD sebesar Rp 24,5 miliar belum termasuk penimbunan sebesar Rp 5,3 miliar itu disebut sebagai venue panjat tebing terbaik di Indonesia. Terdapat 3 wall yang berstandar internasional dan memiliki tribun permanen yang bisa menampung 300 penonton termasuk VVIP.

Tiga wall mengikuti standar kompetisi. Untuk speed 1 dibangun dengan tinggi 18 meter dan lebar 12 meter. Boulder panjat tebing untuk uji ketangkasan alang rintang dibangun dengan lebar 30 meter dan tinggi 6 meter. Kemudian lead climbing dibangun setinggi 18 meter.

Material wall menggunakan bahan PVC. Material ini juga digunakan pada saat olimpiade Jepang. Atap menggunakan membran produksi Jerman yang diklaim bisa bertahap 15-20 tahun kedepan. Venue panjat tebing dibangun di atas lahan seluas 94×84 meter persegi. “Ini satu-satunya venue dan disebut venue terbaik di Indonesia karena terlengkap. Di Palembang yang digunakan untuk Asian Games tidak punya tribun permanen,” ujar Taufik.

Selain fasilitas utama, juga dibangun fasilitas pendukung. Pada lantai satu tribun terdapat sejumlah ruangan untuk medis, tes doping, VVIP, sekretariat, musalah dan media center. Di lantai 2 ada ruang pengelola, ruang IT, server dan broadcast. Di bagian belakang wall dibangun ruang transit atlet. Ada juga ruang untuk juri dan tempat pemanasan atlet.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *