oleh

Dinas Teknis Diminta Tertibkan Penjualan Mitan Campuran

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Satpol PP diminta, untuk segera melakukan penertibab terhadap penjualan minyak tanah (mitan) yang diduga dicampur dengan bahanbakar lain. Pencampuran mitan dan bbm jenis lainsya seperti avtur ini tentu saja ilegal, dan akan membawa dampak negatif bagi masyarakat sebagai pengguna.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi C DPRD, Elminusa B Mom, Rabu (7/4). Dikatakan Elminus, sudah banyak laporan dari masyarakat yang mengadukan, jika mereka mendapati minyak tanah yang dibeli eceran di pinggir-pinggir jalan dicampur dengan BBM lain.

Masyarakat yang masih menggunakan kompor tradisional untuk memasak sebut Elminus sangat dirugikan. Karena minyak tanah yang mereka beli sudah tidak murni lagi bahan bakar. Minyak tanah campuran ini membuat kompor rusak dan cepat habis.

“Saya minta pemerintah segera turun di lapangan, jangan sampai masyarakat korban,” ujarnya.

Para pengecer di pinggir-pinggir jalan ini sebut Elminus, harus ditertibkan apakah mereka memiliki izin atau tidak. Masyarakat juga diharapkanya untuk tetap waspada dan memperhatikan bbm yang dibelinya. Minyak tanah yang dicampur dengan avtur ini sebutnya, juga bisa menyebabkan kebakaran. Karena kompor dipaksa untuk menyala bukan dengan bahan pembakar yang semestinya.

“Masyarakat juga tidak boleh beli minyak tanah yang di pinggir jalan ini, karena dicampur avtur. Beli di agen resmi saja,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, jika masalah ini harus segera ditangani dengan diperiksa langsung di lapangan. Jika ada sindikat yang mendukung penjualan minyak tanah di pinggir jalan ini, maka harus ditindak dengan tegas. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *