oleh

Hari ini Polres Mimika Olah TKP dan Reposisi, Kasus Cabul dan Kekerasan di SATP

TIMIKA- Guna keperluan penyidikan, maka penyidik Satreskrim Polres Mimika akan melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Reposisi kasus cabul dan kekerasan, yang dilakukan oleh tersangka berinisial DFL terhadap 25 korban yang merupakan pelajar Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Mimika, Iptu Andi Suhidin, SH MSi ketika ditemui Radar Timika, Rabu (7/4) kemarin di ruang kerjanya menjelaskan, olah TKP dan Reposisi kasus tersebut akan dilaksanakan di lokasi kejadian yakni di Asrama SATP di Jalan Sopoyono, SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania.

“Besok (Hari ini) kita olah TKP dan Reposisi untuk mendukung keterangan yang sudah diperoleh sebelumnya dari saksi-saksi maupun saksi korban, serta tersangka. Jadi itu untuk melengkapi berkas perkaranya,”jelasnya.

Lanjut Iptu Andi bahwa apabila nanti sudah dilakukan olah TKP dan Reposisi, maka secepatnya pihaknya akan mengirimkan berkas kasus cabul dan kekerasan itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, untuk dilakukan pemeriksaan berkas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, tersangka DFL diamankan kepolisian pada Kamis (11/3) lalu rumah salah satu kerabatnya di SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya.

Tersangka diamankan lantaran dilaporkan telah melakukan tindakan pidana pencabulan dan kekerasan, terhadap 25 anak di bawah umur yang merupakan pelajar pada SATP yang berada di Jalan Sopoyono, SP4, Kelurahan Wonosari Jaya.

Akibat perbuatannya tersangka DFL diancam pidana 5 sampai 20 tahun, sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *