oleh

Disdik Diminta Bangun Toilet untuk SD N Bebilawak

TIMIKA – SD Negeri Bebilawak di Distrik Tsinga, sama sekali tidak memiliki sarana toilet untuk siswa maupun para gurunya. Sekolah yang terletak di wilayah pegunungan ini sangat kesulitan untuk membuat para siswa dan guru nyaman karena tidak tersedianya fasilitas toilet.

Melihat permasalahan ini, anggota Komisi B DPRD Mimika Aloisius Paerong berharap pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika untuk bisa memperhatikan tidak adanya fasilitas toilet di SD Negeri Bebilawak ini.

Politisi Partai Perindo itu menyebut, pihaknya mengetahui tidak adanya fasilitas toilet di SD Negeri Bebilawak saat melakukan kunjungan langsung ke Tsinga dalam agenda Reses Tahap I.

Aloisius heran, bagaimana kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar apabila sekolah tidak difasilitasi dengan toilet. Hal ini menurutnya sangat disayangkan karena toilet salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah untuk menjamin anak-anak agar berada di lingkungan sekolah dengan nyaman.

“Di SD Negeri Bebilawak tidak ada toilet, bayangkan kalau sekolah tidak punya toilet, anak dan guru bagaimana caranya mau buang air kecil dan besar, jadi tidak ada proses belajar dan mengajar yang membuat mereka nyaman,” jelas Aloisius, Kamis (8/4).

Politisi Partai Perindo ini juga mengungkapkan jika SD Negeri Bebilawak juga mengalami masalah kekurangan ruangan untuk belajar.

Sekolah di wilayah pegunungan sebutnya hampir memiliki permasalahan yang sama. Selain kekurangan fasilitas pendukung, para guru yang mengajar juga jarang berada di tempat tugas. Dengan alasan kurang betah berada di tempat tugas sebut Aloisius, pemerintah diharapkan tidak lagi menerapkan metode lama dalam penempatan tenaga pendidik.

Para guru jelasnya bisa diatur sistim penempatanya dalam kurun waktu tertentu. Agar tidak jenuh berlama-lama di tempat tugas, para guru ini bisa dirolling atau diganti dengan rekan guru lainya dengan jaminan adanya dukungan subsidi transportasinya.

“Jadi selalu ada perubahan, supaya tidak membuat mereka (guru) jenuh di atas,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *