oleh

Kunker ke Pasar Sentral, Komisi B Masih Temui Sejumlah Persoalan

TIMIKA – Komisi B DPRD Kabupaten Mimika kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pasar Sentral di Jalan Hasanuddin, Senin (12/4). Dalam kunjungannya kali ini, Komisi B masih menemui sejumlah persoalan yang langsung dikeluhkan oleh pedagang maupun masyarakat yang berdomisili di seputaran pasar.

Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan mengatakan kunker ke Pasar Sentral yang dilakukan saat ini guna melihat langsung apa yang menjadi keluhan pedagang dan masyarakat kepada para wakil rakyat. Adapun sejumlah persoalan yang ada yakni lokasi Gedung A1 dan A2 yang sampai saat ini belum difungsikan.

Dalam waktu dekat pihaknya berharap Disperindag bisa secepatnya mengambil langkah untuk memfungsikan gedung Blok A1 dan A2.

Masalah lainya yang mengemuka di Pasar Sentral adalah sampah yang masih berhamburan dan diharapkan juga menjadi perhatian Disperindag.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi B lainya yakni M Nurman S Karupukaro. Ada beberapa catatan sebutnya yang harus diperhatikan yakni para pedagang banyak mengalami kerugian karena tidak banyak lagi pembeli yang datang belanja ke pasar ini. Hal ini disebabkan karena masih banyak pasar bayangan di luar seperti Pasar Gorong-Gorong dan lapak penjual sayur mayur di pinggir jalan.

Sementara itu, mengenai penataan lapak yang menganggu pasar mama-mama Papua ini diharapkan dapat dipikirkan oleh Disperindag. Untuk persoalan lainya yakni aspirasi yang disampaikan oleh 4 RT di Kelurahan Pasar Sentral soal perminatan akses masuk lewat pagar tembok sisi kiri pasar. Masyarakat sekitar Pasar Sentral berharap mereka bisa diberikan fasilitas pintu masuk tersendiri di pagar tembok ini hanya untuk pejalan kaki sehingga mereka dengan mudah bisa masuk ke areal pasar untuk berbelanja.

Hal senada diungkapkan Herman Gafur. Ia menyebutkan pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk membuat jalan lintas ke pasar. Komisi B sendiri juga sudah mengusulkan jika jalan lintas pasar ini sudah dibangun, maka penting juga dibangun jalan alternatif lewat tembok yang berada di sisi kanan dan kiri pasar.

“Kami Komisi B juga sudah menyampaikan jika jalan lintas pasar dibangun, penting juga ada jalan altrenatif, ini untuk pintu yang digunakan jika sewaktu-waktu ada yang mendesak, juga untuk akses pejalan kaki yang rumahnya di sekitar bangunan pasar,” jelasnya.

Politisi Partai Bulan Bintang ini mengatakan Disperindag juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak pengelola bus Maria Bintang Laut yang kini menurunkan mama-mama di Pasar Gorong-Gorong dan bukan langsung ke Pasar Lama.

Selain itu, Disperindag diharapkan dapat berkoordinasi juga dengan lurah Pasar Sentral karena ini merupakan wilayah kerjanya juga. Sementara masalah sampah, soal penataanya juga bisa melibatkan Satpol PP. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *