oleh

Dewan Pastikan Kawal Anggaran Bantuan Pendidikan Mahasiswa

TIMIKA – Minimnya alokasi anggaran disebut menjadi kendala bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan. Salah satunya di Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Mimika yang menangani pengembangan SDM Mimika melalui program bantuan pendidikan.

Persoalan ini menjadi catatan Komisi A DPRD Mimika dalam kunjungan kerjanya, Kamis (15/3) kemarin yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, Daud Bunga. Turut serta anggota Komisi A DPRD, Yustina Timang, Iwan Anwar, Milier Kogoya, Nathaniel Murib, Reddy Wijaya, Thobias Maturbongs dan Mariunus Tandiseno.

Ditemui usai kunjungan Daud Bunga mengaku cukup kaget mendengar penjelasan dari Kepala Bagian SDM Setda Mimika yang menyebut ada ribuan mahasiswa dan pelajar asal Mimika yang kuliah dan sekolah di berbagai kota studi baik dalam negeri maupun luar negeri. “Cuma sekarang ini mengalami kesulitan karena kembali ke anggaran. Seperti mahasiswa di California saja itu satu mahasiswa butuh biaya hampir Rp 1 miliar,” ujarnya.

Bahkan tahun ini dengan keterbatasan anggaran, Bagian SDM tidak memiliki anggaran bantuan pendidikan bagi mahasiswa dan pelajar yang berada di sejumlah kota studi. Sehingga Daud khawatir ini bisa mengancam keberlanjutan pendidikan anak-anak Mimika kedepan karena sangat membutuhkan biaya.

Komisi A kata Daud akan menjadikan persoalan ini sebagai atensi utama dan akan terus mengawal agar Pemda Mimika menjadikan sebagai prioritas utama dalam penganggaran. Ia juga menyarankan, banyak sumber dana yang bisa dimanfaatkan seperti dana Otsus atay bekerjasama dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro yang juga menjalankan program pendidikan. “Jangan jalan sendiri-sendiri. semestinya koordinasi, jalan sama-sama supaya bisa diatur dengan baik yang sekolah dalam dan luar negeri,” terangnya.

Tidak hanya itu, Daud juga menyoroti pengelolaan asrama mahasiswa yang dibangun Pemda Mimika tapi tidak terurus. Padahal kata dia, asrama merupakan aset daerah yang harus dikelola secara baik. Bahkan ada yang sudah dibangun tapi belum digunakan seperti di Manado karena persoalan meubelair.

Dengan beragam persoalan ini, Daud berharap Bagian SDM bisa menjadi salah satu OPD yang mendapat alokasi anggaran besar karena merupakan salah satu OPD vital dalam pengembangan sumber daya manusia di Mimika khususnya Amungme dan Kamoro. “Tapi kalau tidak didukung anggaran maka tidak bisa berjalan,” kata Daud. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *