oleh

Pesparawi XIII Tinggal 200 Hari Lagi, Panitia Kembali Gelar Rakor

TIMIKA – Pesta Paduan Suara Gerejawi XIII (Pesparawi XIII) dipastikan tetap digelar di Mimika. Pelaksanaannya dijadwalkan sesudah PON tepatnya 30 Oktober sampai 6 November 2021. Itu berarti tinggal 200 hari lagi.

Sempat ‘vakum’ akibat pandemi Covid-19 dan adanya perubahan jadwal pelaksanaan, Panitia Pesparawi XIII kembali menggelar Rapat Koordinasi pada Kamis (15/4) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM selaku Ketua Umum Pesparawi XIII bertempat di Grand Tembaga Hotel. Rakor dihadiri para koordinator sesuai SK Bupati Mimika Nomor 7 tahun 2021 tentang susunan Panitia Pesparawi. Terjadi beberapa perubahan dalam struktur kepanitiaan mengikuti kondisi yang ada.

Selama pandemi Covid-19, panitia kata John Rettob tidak pernah menggelar pertemuan. Tapi terkait pelaksanaan Pesparawi, panitia terus melakukan rapat koordinasi LPPD Provinsi Papua. Terakhir, pada 25 – 28 Maret 2021 lalu semua LPPD dari kabupaten/kota di Papua menggelar pertemuan di Timika.

Ia mengungkapkan sudah ada beberapa perubahan dalam pelaksanaan Pesparawi. Terutama kepesertaan, pasalnya Papua Barat sudah menggelar Pesparawi secara tepisah yang diikuti 13 kabupaten/kota. Sehingga Pesparawi di Timika nantinya akan diikuti 28 kabupaten/kota karena Boven Digoel sudah mengundurkan diri.

Pesparawi di Papua Barat dilaksanakan di 4 kota. Pembukaan di Manokwari, kemudian lomba digelar di Kaimana, Fakfak, dan Sorong. Untuk Provinsi Papua nantinya kabupaten/kota sudah sepakat tempat pelaksanaan disatukan hanya di Timika pada 30 Oktober sampai 6 November 2021.

Panitia yang awalnya sudah merancang agenda Pesparawi XIII digelar spektakuler harus berubah dan menyesuaikan kondisi. Dimana juri yang awalnya didatangkan dari luar negeri kini hanya mengundang juri nasional sebanyak 20 orang. Begitupun tempat pembukaan yang dulunya di Lapangan Pasar Lama nantinya digelar di stadion atletik MSC. Tempat perlombaan di stadion indoor MSC, gedung biliar dan Gor futsal.

Peserta kata John Rettob, sejauh ini baru 18 kabupaten/kota yang mengirim data. Sementara yang lain masih menunggu aturan dari panitia terutama mengenai protokol kesehatan. Sebab ada kabupaten yang menyatakan menolak ikut jika vaksin menjadi syarat. Kecuali hanya swab antigen. Untuk membahas menganai persyaratan ini panitia akan menggelar rapat khusus dengan LPPD Provinsi Papua, Satgas Covid-19 dan Kapolda Papua.

Mengingat waktu yang semakin singkat yakni sisa 200 hari lagi, John Rettob meminta panitia untuk bekerja lebih cepat dalam melakukan persiapan. Rencana anggaran biaya juga akan mengalami penyesuaian kaitan dengan adanya perubahan.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *