oleh

Ketua DPRD Puncak Minta KKB Hentikan Aksi Teror

Juga Harapkan Pelayan Publik Tak Tinggalkan Puncak

TIMIKA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Puncak, Lukius Newegalen, SIP meminta kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk menghentikan aksi teror berupa penembakan dan pembakaran rumah serta fasilitas umum lainnya di wilayah Kabupaten Puncak. Lukius meminta hal itu sebab aksi tersebut sangat mengganggu roda pemerintahan dan pembangunan yang hingga kini belum selesai di Kabupaten Puncak.

“Saya selaku ketua DPRD Kabupaten Puncak mewakili masyarakat, meminta kepada KKB untuk menghentikan melakukan penembakan dan pembakaran rumah milik masyarakat. Karena mengganggu jalannya pembangunan,” kata Lukius, Minggu (18/4).

Apa yang dilakukan KKB beberapa minggu terakhir ini disebut Lukius sangat keterlaluan. “KKB ini terlalu kacau. Kami minta hentikan aksi-aksi yang merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Lukius sendiri mengungkapkan jika sampai kemarin, Minggu situasi di Kabupaten Puncak khususnya di Ilaga, Beoga belum terlalu kondusif. Karena itu selain meminta KKB untuk menghentikan aksinya, juga meminta kepada aparat TNI dan Polri untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan segera memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.

“KKB jangan sembarang-sembarang bunuh masyarakat dan bakar rumah. TNI dan Polri harus selesaikan situasi ini,” harapnya.

Namun dalam upaya mengendalikan situasi terkait KKB tersebut, Lukius juga memberikan catatan kepada aparat untuk menghindari juga korban dari kalangan sipil. “Atasi KKB dengan baik, jangan tembak sembarang juga. Karena banyak masyarakat ini hanya cari kehidupan, cari makan dengan berkebun dan lainnya,” bebernya.

“Jadi KKB dan TNI Polri harus hindari korban sipil,” imbuh dia.

Sementara itu, meski dalam situasi yang belum kondusif, Lukius berharap kepada jajaran pemerintahan di Kabupaten Puncak khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap melaksanakan tugas seperti biasa dalam melayani masyarakat. Sebab masyarakat sangat membutuhkan pelayanan terutama kesehatan, pendidikan dan ekonomi sosial budaya.

“Kalau bisa kepada jajaran pemerintah dan teman-teman DPR semua berada di Puncak untuk membantu menyelesaikan masalah. Teman-teman ASN jangan keluar (dari Puncak), tetap melaksanakan tugas seperti biasa supaya masyarakat tidak merasa ditinggalkan,” ujarnya.

Sebab menurut Lukius jika ASN, guru, tenaga medis dan pelayan publik lainnya meninggalkan tugas dan keluar dari Ilaga, maka akan menimbulkan masalah lain.

“Harus tetap layani masyarakat. Supaya daerah ini aman. Kalau semua tinggalkan tempat tugas, siapa yang akan layani masyarakat. Guru, kesehatan, pemerintahan harus kembali aktif,” tukasnya.

Seperti diketahui, rentetan aksi teror dilakukan KKB pada Kamis (8/4) dengan korban seorang guru, Oktovianus Rayo. Setelahnya pada Jumat (9/4) giliran KKB menembak mati seorang guru lainnya bernama Yonatan Randen. Tukang ojek bernama Udin juga tidak luput dari sasaran KKB, yang ditembak mati pada Rabu (14/4). Dan hanya sehari setelahnya, Kamis (15/4) KKB kembali menembak warga sipil yang masih merupakan pelajar SMA bernama Ali Mom. Selain korban jiwa, KKB juga melakukan pembakaran terhadap bangunan sekolah dan rumah-rumah milik warga.(rdr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *