oleh

Bukber di Rujab Wabup, Umat Diajak Terus Jaga Toleransi

TIMIKA – Umat Islam di Kabupaten Mimika diajak untuk terus menjaga dan meningkatkan rasa toleransi serta menghindari sikap intoleran. Dengan menjaga kerukunan antar umat beragama yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini, diharapkan Kabupaten Mimika bisa terus aman, damai dan nyaman bagi seluruh masyarakatnya. Hal ini diungkapkan Ketua MUI Mimika, Ustadz H M Amin AR, SAg dalam acara Buka Puasa Bersama (Bukber) di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Johannes Rettob, Sabtu (17/4).

Dalam acara Bukber yang diikuti berbagai Ormas Islam di Mimika, mulai dari MUI, DMI, PHBI, LPTQ, NU, Muhammadiyah, IKADI, BKMT, ICMI, Baznas, Hidayatullah, LDII, Ketua MUI Mimika, Ustadz H M Amin AR, SAg berharap agar umat Muslim bisa terus tingkatkan toleransi dan hindari intoleransi.

Selain itu, ada beberapa point juga yang disampaikan yakni ukhuwah islamiyah, basyariyah, wathaniyah dalam konteks keIndonesiaan selalu dipupuk. Masih kata Ustadz Amin, bahwa Ibadah puasa adalah ibadah yg mendorong sifat jujur, ketulusan hati dan kelurusan hati berbeda dengan ibadah yang lain semua nampak di depan mata  dapat di pantau pelakunya.

Selain itu, Ustadz Amin juga sangat mengapresiasi Wabup Johannes Rettob dan keluarga yang sudah mengundang para Ormas Islam untuk berbuka puasa bersama sebab, dalam satu riwayat hadist disebutkan jika yang memberi buka puasa, maka ia akan mendapatkan pahal sama seperti yang sedang berpuasa. Bukan hanya kepada Wabup Rettob, namun Ustadz Amin juga berharap hal ini bisa dicontoh oleh umat Islam lainya.

“Barangsiapa yg memberi buka puasa orang yg berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sama dengan orang yang berpuasa tanpa sedikitpun dikurangi pahalanya,” sebut Ustadz Amin.

Selain itu, Ustadz Amin juga mengingatkan kembali bahwa kewajiban berpuasa telah diperintahkan kepada seluruh umat beragama cuma cara dan waktunya yang berbeda.

Ditambahkanya, umat beragama di Timika khusus umat Islam berterima kasih kepada Bupati dan wakil Bupati yang bisa menjadi pelita untuk seluruh umat beragama tanpa membedakan satu dengan yang lainnya. (ami)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *