oleh

Komisi C Pertanyakan Manajemen Pengelolaan Sampah di Timika

TIMIKA – Komisi C DPRD Kabupaten Mimika masih mempertanyakan soal manajemen pengelolaan sampah yang merupakan tupoksi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Soal manajemen pengelolaan sampah yang menjadi fokus Komisi C kepada DLH ini dipertanyakan, bukan tanpa sebab.

Komisi C masih melihat sampah yang berhamburan di sudut-sudut kota, di pinggir-pinggir jalan sampai di median jalan utama dalam kota.

Anggota Komisi C DPRD, Leonardus Kocu dalam kunjungan kerja ke DLH, Senin (19/4) mengatakan, menjelang PON XX dan Pesparawi di tahun 2021 ini, masalah sampah masih menjadi pertanyaan masyarakat. Sebab, wajah Kota Timika kini masih dipenuhi dengan sampah yang berserakahan di siang hari.

Dikatakan Kocu, manajemen pengelolaan sampah di Timika ini masih amburadul. Masyarakat sampai kini masih kebingungan untuk membuang sampah sebab tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang jelas. Akibatnya bisa dilihat, pada beberapa sudut kota dipenuhi dengan sampah masyarakat.

“Manajemen pengelolaan sampah ini kacau dan tidak ada tempat penampungan sampah, karena masih banyak sampah berserakan di pinggir jalan,” ujarnya.

Lanjutnya, jika  berbicara manajemen maka akan ada beberapa faktor yakni waktu, anggaran, ada sistim atau tidak.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Komisi C, Saleh Al Hamid. Ia mengatakan apa yang menjadi masalah dan kendala dihadapi oleh DLH ini, diharapkan dapat diketahui oleh Komisi C selaku mitra kerja. Sebab, sebagai Badan Anggaran (Banggar) DPRD, pihaknya akan mempunyai data dari OPD teknis soal kendala mereka sehingga nantinya pada pembahasan anggaran, pihaknya bisa berjuang dan mempertahankan usulan yang diajukan oleh OPD teknis agar disetujui oleh Tim Anggaran Eksekutif.

“Tujuan kita DPRD pada setiap kunjungan kerja ke mitra kami di OPD-OPD teknis ini, untuk melihat dan mendengar serta dapatkan langsung data apa yang menjadi kendala. Sehingga kami ada pegangan data agar dalam pembahasan anggaran nanti kita bisa perjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dinas,” sebutnya.

Anggota Komisi C lainnya, Julian Solossa mengatakan Dinas Lingkungan Hidup ini menjadi barometer dalam penanganan wajah Kota Timika. Sebab, dengan tupoksi yang ada, dinas ini bisa menciptakan kota agar bersih dan nyaman. Bila berbagai kendala teknis dihadapi, maka pihaknya kata Solossa sebagai tim Banggar DPRD, akan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dari dinas ini kepada tim anggaran eksekutif.

“Banggar DPRD akan berjuang mati-matian untuk penambahan anggaran bagi dinas-dinas,” jelas Solossa.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari Komisi A DPRD ini, Kepala DLH, Ir Limi Mokodompit mengatakan, pihaknya mempunyai SOP untuk penanganan sampah dengan dukungan total 179 petugas kebersihan yang terdiri dari supir, pengangkut sampah dan penjaga tong sampah di TPA.

Para petugas kebersihan ini bekerja dalam dua shift yakni shift pertama jam 6-12 dan shift siang pada jam 12-17.00 sore. Dengan aturan membuang sampah yang telah diatur di Perda, masyarakat hanya boleh membuang sampah mulai pukul 6 sore sampai jam 6 pagi.

Namun, karena kesadaran masyarakat masih sangat kurang, setelah sampah diangkut mulai pukul 5 pagi, siangnya masih ada masyarakat yang nekat membuang sampah.

Dengan adanya 13 TPS di 3 distrik yakni di Distrik Miru, Kuala Kencana dan Wania, setiap hari para petugas sampah mengangkut semua sampah.

Di Distrik Wania sendiri sebutnya ada 5 TPS, Miru ada 1 TPS yakni armada yang ada tong di Pasar SP 2 dan di Kuala Kencana ditempatkan 1 TPS.

Limi mengatakan, untuk mengangkut semua sampah di dalam kota memang pihaknya cukup kewalahan. Karena jumlah armada pengangkut sampah yang terbatas, serta tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah pada jam yang dilarang juga masih sangat minim. Namun, semua tantangan ini sebut Limi, diharapkan dapat diselesaikan dengan kerja sama mulai pihak RT/RW, lurah dan distrik.

Ia berharap, aparatur pemerintahan tingkat RT/RT sampai distrik bisa membantu pihaknya, untuk mensosialisasikan pentingnya membuang sampah pada jam yang telah ditentukan, guna menciptakan Kota Timika yang bersih dan indah. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *