oleh

Wabup Instruksikan Satpol PP Langsung Tindak Pelanggar Perda Sampah

TIMIKA – Penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemda Mimika saat ini. Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2012 tentang penanganan kebersihan sudah lama diterbitkan. Menurut Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM sekarang bukan lagi saatnya sosialisasi tapi langsung pada penindakan.

Untuk itu dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang digelar Senin (19/4) di Bobaigo Keuskupan Timika, Wabup Rettob memerintahkan Satpol PP dan juga para kepala distrik, lurah dan RT untuk mulai mengambil tindakan tegas bagi warga yang melanggar.

Menurutnya, persoalan utama penanganan sampah di Mimika adalah kurangnya kesadaran masyarakat. Membuang sampah sembarangan termasuk di median jalan. Juga membuang sampah di luar jam yang sudah ditentukan. “Kita lihat banyak sampah yang dibuang begitu saja di sepanjang jalan,” ungkapnya.

Ketika banjir, masyarakat selalu mengeluh dan menyalahkan pemerintah. Padahal menurut Wabup, justru masyarakat yang membuang sampah di got sehingga saluran air tersumbat. Jadi satu-satunya cara agar masyarakat bisa sadar kata Wabup Rettob adalah dengan menegakkan Perda.

Perda sudah mengatur semuanya. Mulai dari tempat dan waktu pembuangan sampah. Ini juga diperlukan peran aktif dari para RT yang lebih dekat dengan masyarakat agar bisa langsung menegur dan menginstruksikan warganya untuk lebih tertib dan membantu pemerintah dalam hal kebersihan.

Kebun Sirih akan dijadikan pilot project dalam penanganan kebersihan. Pasalnya kelurahan tersebut menjadi wajah Mimika karena merupakan pintu gerbang dari Bandara Mozes Kilangin. Wabup menyesalkan di kelurahan itu terkesan sangat kotor, sampah ada dimana-mana bahkan menumpuk di sungai. Juga menjadikan median jalan sebagai tempat pembuangan sampah.

Setelah pelaksanaan sosialisasi, Wabup menginstruksikan Satpol PP bersama camat, lurah dan RT langsung bekerja di lapangan. Setiap Jumat dan Sabtu mewajibkan warganya melakukan aksi kebersihan di setiap halaman rumah dan tempat usaha termasuk got dibersihkan.

“RT jangan hanya kerja kalau Pilkada atau Pileg. Kalau tidak mampu ya mengundurkan diri,” tegasnya.

Armada angkutan sampah berupa kendaraan roda tiga sudah dibagikan ke kelurahan. Wabup berharap armada itu digunakan untuk mengangkut sampah dari lorong ke TPS. Kemudian sampah diangkut dengan truk oleh DLH ke TPA.(sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *