oleh

Dinilai Jadi Perantara Penjualan, Terdakwa Dituntut Enam Tahun Penjara

Kasus Narkotika

TIMIKA – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Mimika, Donny Steven Umbora meminta Pengadilan Negeri Klas II Kota Timika, untuk menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun terhadap terdakwa berinisial Sy alias A, yang dinilai kuat terlibat dalam perkara narkotika jenis sabu. Hal itu diungkapkan Jaksa Donny dalam sidang lanjutan di PN Kota Timika, Selasa (20/4).

Majelis Hakim yang terdiri dari Sarmaida ER Lumban Tobing, Muhammad Irsyad Rasydi dan Riyan Ardi Pratama juga menyimak tuntutan jaksa, yang meminta agar terdakwa Sy alias A didenda dengan nominal sebesar Rp 1 miliar subsidair kurungan enam bulan penjara.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I, sebagaimana dalam surat dakwaan alternatife kesatu melanggar Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 th 2009 tentang Narkotika,” ujar Donny dalam tuntutan.

Sedangkan barang bukti berupa 1 plastik bening kecil narkotika golongan I jenis sabu dengan berat 0,37 gram, satu bungkus rokok gudang garam filter, dan satu unit handphone merek Samsung J4 dirampas untuk dimusnahkan,” lanjut Jaksa Donny.

Sy alias A sendiri dalam perkara ini ditangkap pada 18 September 2020 malam sekitar jam sebelas, saat hendak memenuhi pesanan orang berinisial UWI yang meminta agar terdakwa mencarikan sabu dengan uang senilai Rp 2,6 juta. Terdakwa kemudian memesannya kepada orang berinisial A dengan harga lebih murah seratus ribu dari permintaan UWI. Namun saat hendak mengantarkan pesanan UWI, terdakwa kemudian ditangkap kepolisian.

Diketahui, Sy alias A sudah empat kali memesan sabu di DPO berinisial A tersebut. Tercatat, pada Juli 2020, terdakwa Sy membeli ke DPO berinisial A seharga Rp 2,6 juta dalam bentuk paketan besar, Rp 300 ribu dalam paketan kecil pada 28 Agustus 2020, dan dua kali transaksi terakhir pada 8 dan 18 September 2020 dalam bentuk paketan besar senilai Rp 2,6 juta. Dan dari setiap pemesanan atau penjualan tersebut, terdakwa mendapatkan jatah senilai Rp 100 ribu. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *