oleh

Kemendagri Puji Peningkatan Kinerja Pemda Mimika

Sosialisasi Penyusunan LPPD Kabupaten Mimika Tahun 2021


“Sekarang sudah berubah dan harus berpikir lebih maju. Harus punya inovasi untuk memberikan pelayanan yang mudah kepada masyarakat untuk mewujudkan Mimika cerdas aman damai dan sejahtera,” kata Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM.


TIMIKA – Adanya capaian yang ditorehkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika mendapat pujian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berdasarkan hasil evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang dilaporkan Pemda Mimika.

Meski secara peringkat Pemda Mimika belum masuk dalam peringkat nasional, tapi pada tingkat provinsi, Mimika berada di urutan pertama penilaian kinerja. Untuk mempertahankan dan meningkatkan itu, Pemda Mimika melalui Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika kembali menggelar Sosialisasi Penyusunan LPPD Kabupaten Mimika Tahun 2021 yang digelar Selasa (20/4) di Hotel Grand Tembaga.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM bersama Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, DR Akbar Ali, MSi, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika, Hengki Amisim.

Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, DR Akbar Ali, MSi dalam sambutannya mengaku terpukau dengan banyaknya perubahan di Mimika. “Ini prestasi yang patut dibanggakan,” katanya.

Akbar mengatakan dalam hal pelaporan LPPD, Pemda Mimika sangat tertib dan tepat waktu meski dari sisi muatan materi masih harus banyak diperbaiki. Karenanya ia sangat mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi untuk perbaikan LPPD. Apalagi dengan adanya beberapa perubahan kebijakan sehingga perlu penyesuaian.

LPPD sendiri dijelaskannya, menjadi alat bagi Kemendagri untuk mengukur tingkat kepatuhan dari seluruh provinsi, kabupaten/kota dalam melaksanakan urusan yang telah dilimpahkan ke daerah. Secara internal juga, LPPD menjadi sarana evaluasi Bupati dalam melihat kinerja perangkat daerah dalam melaksanakan program.

Kemendagri menilai Pemda Mimika bisa menjadi teladan bagi daerah lain baik di Papua dan Papua Barat bahkan kawasan Timur Indonesia yang mampu memperbaiki dan meningkatkan kinerja. Kemendagri mencatat beberapa sektor mengalami peningkatan seperti pendidikan dan kesehatan dalam kurun waktu Tahun 2014-2019.

Tapi Kemendagri juga mencatat beberapa sektor seperti pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat, trantib dan sosial mengalami penurunan. “Kita berharap ini jadi bahan evaluasi, kita bisa bersinergi melakukan perbaikan di tahun depan dan berharap Mimika jadi barometer di Papua dan Papua Barat bahkan kawasan Timur Indonesia,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM berharap data yang dilaporkan oleh OPD tidak hanya berfokus pada kota hanya demi mengejar peringkat. Padahal distrik ada 18, 133 kampung dan 19 kelurahan yang juga membutuhkan sentuhan pelayanan pembangunan dari pemerintah.

Indeks Pembangunan Manusia di Mimika diungkapkan Wabup sudah meningkat dan menempatkan Mimika di urutan kedua di Provinsi Papua. Tapi menurutnya itu belum memuaskan karena pendidikan belum merata. Bisa saja itu hanya dilihat di wilayah kota sementara di wilayah pedalaman dan pesisir sangat tertinggal.

“Sekarang sudah berubah dan harus berpikir lebih maju. Harus punya inovasi untuk memberikan pelayanan yang mudah kepada masyarakat untuk mewujudkan Mimika cerdas aman damai dan sejahtera,” ujarnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika, Hengki Amisim saat menutup kegiatan sosialisasi berharap OPD bisa lebih cepat dalam menyampaikan data agar LPPD bisa disampaikan ke Pemprov papua untuk selanjutnya dievaluasi.(sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *