oleh

Lindungi Konsumen, Loka POM Intensifikasi Pemeriksaan Produk Pangan

Nilai Barang yang Disita Capai Rp 4 Juta

TIMIKA – Guna melindungi konsumen dari konsumsi dan pengunaan produk pangan yang berbahaya, Kantor Loka POM Timika bersama tim yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan dan Asosiasi Pengusaha Minuman Air Isi Ulang, melakukan intensifikasi produk pangan, Rabu (21/4).

Kepala Kantor Loka POM Mimika, Lukas Dosonugroho, SSi Apt mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan intensifikasi produk pangan ini di sejumlah toko dan swalayan baik skala kecil, menengah maupun besar. Dalam pemeriksaan ini total nilai barang Rp 4 Juta yang berhasil disita Loka POM yang didominasi produksi (air minum isi ulang yang distok, produk repack tanpa informasi izin edar) sebanyak 15 item.

“Ada beberapa kemasan yang repacking, itu bagian dari produksi, distributor tidak boleh repacking, melayani masyarakat dalam jumlah kecil, kemasan asli ditaruh di depan toko, ditimbang di depan konsumen lalu dibungkus,” jelas Lukas.

Kegiatan ini kata Lukas, sudah dilakukan sebelum Ramadan dan masih akan tetap digelar sampai selesai Idul Fitri. Dalam pemeriksaan di hari pertama ini, sejumlah produk pangan disita seperti buah kurma yang masuk ke Indonesia karena tidak ada ijin edar karena termasuk produk kemasan pangan olahan. Selain itu, ada sejumlah kue-kue khas lebaran yang sudah di-packing seperti keciput, gem bunga, produk tepung kiloan, meses, rum butter, pengembang kue (sp), selai nanas dan selai stroberi, pelembut roti, ragi, susu bubuk full cream, makanan beku seperti friench fries impor.

Loka POM harus menyita sejumlah barang pangan tersebut kata Lukas, dikarenakan untuk melindungi konsumen dari bahaya konsumsi makanan yang tidak jelas kapan tanggal kadaluarsanya atau kehalalan makanan tersebut.

Sementara untuk produk pangan yang dikemas ulang, tentu sebutnya ada hal yang tidak dicantumkan atau dihilangkan ataupun salah kutip nomor ijin kutip BPOM.

Dari produk pangan yang disita ini, Lukas menambahkan masyarakat sebagai konsumen harus jeli dalam setiap memilih produk yang akan dibelinya. Produk yang akan dibeli seperti produk makanan yang digoreng, siap saji bisa dilihat dari bau dan kebersihanya. Untuk makanan yang dikemas harus sesuai dengan Cek KLIK. Konsumen harus melihat kemasan jika bocor, rusak, berkarat jangan dibeli, jika tidak ada label jangan dibeli, ijin edar jugan harus diperhatikan dan barang yang sudah kadaluarsa jangan dibeli.

“Jadi konsumen harus pintar, sabar, dilihat kadaluarsa ngak, dicek dulu sebelum membeli,” pungkasnya. (ami)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *