oleh

Disnaker Terima Dua Laporan PHK

TIMIKA – Di masa Pandemi Covid-19, banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan karena perusahaan tidak mendapatkan pemasukan yang cukup untuk menjalankan operasionalnya. Namun, di Kabupaten Mimika, sepanjang Pandemi Covid-19, Dinas Tenaga Kerja (Disnakers) baru menerima dua kasus laporan PHK.

Dari dua laporan PHK sepihak ini, satu di antaranya dilakukan oleh salah satu klinik swasta di seputaran kota Timika. Namun, setelah dimediasi oleh Disnaker, persoalan ini sudah bisa diselesaikan dan klinik membayar hak-hak dari karyawan yang bersangkutan.

Satu kasus lagi yang dilaporkan adalah berasal dari 33 karyawan PT Freeport yang di PHK akibat menolak untuk divaksin. Dan kasus ini kini masih sedang ditangani oleh pemerintah.

Kepala Disnaker, Paulus Yanengga saat dijumpai Radar Timika, Rabu (28/7) di Kantor DPRD mengatakan pihaknya sampai kini baru menerima dua laporan soal PHK akibat dari pandemi Covid-19. Satu kasus sudah diselesaikan dan satu kasus kini sedang ditangani.

“Ada dua kasus yang dilaporkan sepanjang covid-19,” ujarnya.

Lanjut Paulus, untuk kasus PHK di salah satu klinik yakni Klinik Medika Chandra sudah diselesaikan dan perusahaan sudah membayar hak karyawan. Untuk kasus ke 33 karyawan, sebutnya kini sedang ditangani.

Untuk itulah, Paulus berharap agar di masa pandemi Covid-19 ini, para karyawan dan pekerja bisa tetap mematuhi standart Protokol Kesehatan. Selain itu, untuk pemberian vaksin yang juga ditetapkan oleh pemerintah, perusahaan juga tidak diperkenankan untuk memaksakan pekerjanya agar divaksin. Sebab pemberian vaksin ini juga dikembalikan kepada karyawan yang bersangkutan.

“Yang lebih penting kita ikuti protokol kesehatan, untuk vaksin bagi pekerja atau karyawan itu dikembalikan lagi kepada yang bersangkutan, jadi kalau sudah siap dan bersedia barulah boleh divaksin,” pungkasnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *