oleh

UMK Mimika Tahun 2018 Ditetapkan Rp 3,3 juta

TIMIKA – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mimika sudah ditetapkan. Tahun 2018 ini terjadi kenaikan sebesar 8,71 persen dari tahun sebelumnya Rp 3.098.538 kini naik menjadi Rp 3.368.421.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika, Ronny S Marjen, SSTP MH saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Kamis (25/1) kemarin.

Sementara upah minimum sektor di Mimika, untuk sub sektor minyak dan gas bumi ditetapkan sebesar Rp 3.552.404, Sub sektor emas dan tembaga ditetapkan Rp 3.616.333 dan sub sektor jasa konstruksi ditetapkan sebesar Rp 3.486.004.

Ronny mengungkapkan, belum ada penetapan secara resmi oleh Gubernur, karena harus ada SK secara kolektif untuk UMK seluruh kabupaten/kota di Papua. Namun UMK di tiap kabupaten yang ditetapkan melalui sidang dewan pengupahan itu sudah bisa diterapkan.

“Karena SK Gubernur itu hanya untuk merangkum semua UMK se-Kabupaten/kota yang ada di Tanah Papua,” ujarnya.

Penetapan UMK lanjutnya, ditetapkan dalam sidang dewan pengupahan yang digelar sebelum Desember lalu, dan menghitung sesuai dengan formula atau rumusan yang sudah diterapkan, termasuk menghitung inflasi dan lainnya.

Sehingga nilai itu merupakan kesepakatan dalam sidang dewan pengupahan Kabupaten Mimika, yang anggotanya dari berbagai kalangan ada perwakilan pekerja, pengusaha dan pemerintah.

Dengan ditetapkannya UMK ini ditegaskan Ronny, seluruh perusahaan sudah bisa menyesuaikan atau menerapkan. Disnakertrans Mimika sudah mengirimkan penetapan UMK ke Gubernur dan tinggal menunggu SK kolektif dengan seluruh kabupaten/kota di Papua. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *