oleh

Kios dan Rumah Warga di Sekitar Bandara Aminggaru Akan Dipindahkan

ILAGA – Meski calon Bupati Puncak periode 2018-2023 Willem Wandik masuk dalam masa cuti, namun sejumlah program yang sudah dirintisnya, terus ditindak lanjuti oleh pemerintah Kabupaten Puncak.

Salah satunya adalah perpanjangan dan pelebaran Bandar Udara (Bandara) Aminggaru, Kabupaten Puncak, seperti yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kabupaten Puncak, yang melakukan relokasi terhadap kios-kios dan rumah warga di sekitar areal bandara, guna menunjang program pelebaran bandara yang dipimpin langsung oleh Kabag Umum Setda Kabupaten Puncak, Firum Balinal dan Kepala Dinas PU, Daun Manarang, di Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak, Sabtu (10/3).

Bandara Aminggaru sendiri merupakan salah satu urat nadi penunjang transportasi di Kabupaten Puncak. Sayangnya, bandara ini hanya bisa didarati pesawat berbadan kecil seperti grand caravan dan twin otter, sehingga daya angkut sangat kecil, yang membuat harga barang dan jasa di kabupaten ini cukup tinggi.

“Nah, dengan berbagai terobosan yang dilakukan oleh pak Willem Wandik, akhirnya pemerintah pusat memperhatikan Kabupaten Puncak, dan membantu program pelebaran Bandara Aminggaru dari 600 meter saat ini, direncanakan menjadi 1600 meter, dan sudah dikerjakan sejak tahun 2016 lalu. Tujuannya agar bandara ini bisa didarati pesawat jenis ATR, bahkan lebih besar lagi, sehingga bisa menekan tingginya harga barang di sini,” ujar Kabag Umum Setda Puncak, Firum Balinal, saat meninjau lokasi pembangunan bandara.

Kata Kabag Umum, pihaknya sudah berbicara dengan pemilik kios dan rumah warga di sekitar areal bandara, dan direncanakan Senin atau Selasa mereka semua siap pindah, demi kepentingan perpanjangan bandara. Karena rencana perpanjangan dan pelebaran juga ke arah Selatan ke kepala air, juga akan dilakukan ganti rugi sehingga program pelebaran bandara bisa berjalan dengan baik.

“Program pembangunan tetap jalan, meski pak Bupati masuk dalam masa cuti, kemungkinan Senin atau Selasa kita sudah melakukan pembicaraaan dengan pemilik kios dan warga yang memiliki rumah di sekitar areal bandara terkait dengan ganti rugi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Puncak, Daud Manarang, SE mengatakan, program pelebaran bandara memang sebagian besar dari APBN, namun ada juga yang menjadi beban daerah, seperti lokasi pembangunan bandara, sehingga pihaknya menindak lanjuti itu.

“Bandara ini kita seriusi, karena ini salah satu penunjang transportasi di Kabupaten Puncak, kita sudah siapkan dana untuk ganti rugi,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili kepala suku di Kabupaten Puncak, Korwa Wonda menyambut baik program pelebaran bandara di Kabupaten Puncak, yang diperjuangkan oleh Willem Wandik. Karena dengan adanya perpanjangan bandara ini, maka pengaruhnya akan menurunkan tingkat harga barang yang tinggi di Kabupaten Puncak, sehingga dirinya dan rakyat di Kabupaten Puncak sangat menyambut baik program pelebaran bandara ini.

“Bayangkan saja Pak Willem Wandik bisa bawa datang Menteri Perhubungan RI, Menteri Pekerjaan Umum RI dan Menteri ESDM RI di Puncak, hanya untuk kepentingan rakyat Puncak, pembangunan infrastruktur dan lainnya. Dan selama lima tahun rakyat sudah merasakan, sehingga kita harapkan Willem Wandik menyelesaikan pekerjaannya dulu,” tambahnya.(cak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *