oleh

Lemasa: Jangan Ada Perbedaan Pandangan Soal Saham Freeport

TIMIKA – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) menyambut baik soal hasil pembagian saham PT Freeport untuk Papua, khususnya Kabupaten Mimika. Dari hasil pembagian saham 4 persen untuk Papua, Lemasa meminta khusus kepada masyarakatnya agar tidak lagi punya pandangan berbeda.

Hal itu terungkap setelah diadakannya rapat antara pihak Lemasa dengan warganya di salah satu Ruko Jalan Cenderawasih, Jumat (18/1). “Tentang pemberian saham 4 persen PT Freeport, masyarakat harus mengerti bahwa ini pemberian pemerintah pusat melalui Gubernur dan Bupati (Mimika), diharapkan supaya masyarakat tidak boleh ada kelompok yang menolak, jangan sampai ada masalah-masalah,” ujarnya.

Kepada masyarakat Amungme, Nerius menjelaskan soal mana yang dinamakan saham, uang, ulayat serta kompensasi. Menurutnya ada kelompok-kelompok masyarakat yang tidak memahami soal pembagian saham PT Freeport ini.

Dengan adanya pengalaman soal dana 1 persen yang diberikan kepada masyarakat pemilik hak ulayat yakni Amungme, Kamoro dan 7 suku kekerabatan, belum semua merasakan manfaat dana ini. Dana ini sendiri ada yang menolak dan ada yang menerimanya. Berdasarkan pengalaman inilah, agar setelah pembagian saham 4 persen ini, masyarakat harus menerimanya dengan baik. Lembaga adat sendiri sebutnya tidak mencampuri masalah ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *