oleh

Willem Wandik Kembali Damaikan Perang Saudara di Beoga Barat

Sebagai solusi untuk persoalan tersebut, menurut Willem Wandik, pemekaran kampung sesuai dengan permintaan kedua belah akan diproses, meski perlu diketahui bahwa untuk menuju terbentuknya satu kampung maupun distrik memerlukan proses.

Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya melalui Kapolsek Ilaga, Iptu Menase Sayori, SE sendiri mengakui ketika pihaknya mendapat informasi perang saudara di Distrik Beoga sejak Kamis (31/1) lalu, yang membuat 14 orang mengalami luka-luka termasuk satu anggota polisi, dirinya segera berkoordinasi dengan Kapolres Puncak Jaya, sehingga bersama dengan anggota Bimob Polda Kaltim, dan Koramil Beoga, diperintahkan turun ke TKP dan mampu melerai kedua belah pihak bersama dengan rombongan Bupati Puncak.

“Para korban semua sudah dievakuasi ke Timika untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Iptu Menase Sayori.

Lanjut Kapolsek, memang sempat terjadi perang, namun berkat kerja sama yang baik antara pihaknya dan pemerintah daerah terutama Bupati dan Wakil Bupati Puncak yang sudah turun langsung ke TKP, akhirnya pihaknya mampu mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai.

“Saya berharap ini kejadian yang terakhir, jangan lagi terulang, kami semua jaga kedamaian jelang Pilpres dan Pileg,” tukasnya.(Humas Puncak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *