oleh

Bupati Puncak Ingin Timika Ibu Kota Provinsi Papua Tengah

“Apalagi Bapak Presiden Jokowi pernah sampaikan pembangunan SDM di Papua juga harus dilakukan. Pemekaran untuk Papua adalah strategis. Untuk membuka daerah. Karena Papua cukup luas, banyak adat, budaya, bahasa daerah, ragam karakteristik, sehingga pembangunannya tidak mudah. Maka pemekaran yang paling strategis dilakukan untuk kemajuan daerah,” beber Bupati Willem Wandik.

Pembangunan infrastruktur penting, namun pembangunan pemerintahan juga harus dilakukan, untuk mengejar ketertinggalan.

Karena itu ia mendesak agar moratorium pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) yang dilakukan Pemerintah Pusat, segera dicabut, sehingga proses pembentukan DOB Provinsi Papua Tengah bisa dilanjutkan kembali.

“Tim (pemekaran) yang sudah pernah ada saya harapkan segera diaktifkan kembali untuk mendorong proses pemekaran ini. Mari kita bersatu, karena ini jalan satu-satunya agar daerah-daerah di wilayah pegunungan Papua juga bisa berkembang,” sambung Bupati Willem Wandik.

Dalam rangka itu Bupati menambahkan, dibutuhkan juga kesiapan masyarakat asli Papua dalam hal ini masyarakat tujuh suku termasuk Suku Amungme dan Kamoro untuk terlibat aktif dalam pembangunan. Salah satu caranya adalah dengan menghindari konflik antar sesama, sehingga bisa menikmati kehidupan yang berkualitas. Sebab jika masyarakat masih terlibat konflik, maka pembangunan tidak akan berjalan lancar.

Ia mendorong agar SDM Papua lebih dominan untuk merealisasikan cita-cita tersebut.

“SDM Papua juga harus disiapkan. Jadi masyarakat tujuh suku kami menginginkan agar jangan lagi jadi penonton. Sudah saatnya menjadi pelaku pembangunan. Jangan ada lagi konflik-konflik, masalah-masalah. Karena kalau masih ada konflik-konflik, maka orang dari luar (non Papua) yang akan mengambil berkat itu,” katanya.

Pemerintah Republik Indonesia hadir di Papua, lanjut Bupati, seyogyanya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Sebab pembangunan di Papua adalah sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Papua sendiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *