oleh

Piala Adipura: Terealisasi atau Sekedar Mimpi?

Di sisi lain, Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang justru mempertanyakan apakah Mimika masuk sebagai salah satu kota yang akan dinilai. Juga apakah pada tahun ini atau Tahun 2020 mendatang ada program Adipura oleh pemerintah pusat. Kalau ada, Wabup Bassang sendiri mengajak semua masyarakat untuk menyambutnya.

“Adakah penilaian tentang sebuah kota dalam rangka Adipura tahun ini, itu dulu. Iya, kan itu program nasional, apakah itu memang ada program itu tahun ini, kalau ada ya mari kita sambut,” katanya.

Sebab lanjut Wabup Bassang, untuk pemilihan kota Adipura itu melalui seleksi dan penilaian yang dilakukan oleh tim. Kalau memang Mimika sudah menjadi salah satu kandidat dan penilaian sudah berjalan, ia mengajak semua pihak untuk berdoa.

Tapi ia sendiri merasa pesimis melihat kondisi yang ada sekarang dimana persoalan sampah saja belum tertangani. Belum lagi pasar lama yang masih semerawut.

“Ya saya sebagai orang Mimika punya khayalan itu, tetapi apakah itu didukung oleh fakta dan data yang ada, ya kan tim yang tahu,” ujarnya.

Dan memang diakui Wabup Bassang jika pasar lama tidak segera ditata maka adipura hanya menjadi mimpi yang tidak akan terwujud. Sebab pasar lama berada di tengah kota dan menjadi wajah kota. Jadi sangat sulit menggapai adipura jika tidak ada langkah konkrit.

Wabup sendiri berharap lahan pasar lama bisa dirubah menjadi taman kota agar bisa mengubah wajah Kota Timika menjadi lebih baik. Semua pasar disatukan di Pasar Sentral begitu juga dengan terminal bayangan bisa teratasi dan terpusat di terminal Pasar Sentral. (ami/itz/sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *