oleh

Bupati Resmikan IRD dan Gudang Instalasi Gizi RSUD Mimika

TIMIKA – Mulai hari ini layanan darurat RSUD Mimika dipindahkan dari gedung lama, setelah Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH meresmikan gedung baru Instalasi Rawat Darurat (IRD) yang dibangun Tahun 2018 lalu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 29 miliar.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Omaleng didampingi Ketua DPRD Mimika, Elminus Mom dan Direktur RSUD, dr Evelyne Pasaribu, MMKes. Dilanjutkan pengguntingan pita dan peninjauan ruangan. Termasuk gedung gudang isntalasi gizi yang juga baru selesai dibangun.

Turut hadir dalam peresmian yang digelar Kamis (11/4) kemarin, Danlanud Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Sugeng Sugiharto, Danlanal Timika, Letkol Laut (p) Yadi Mulyadi, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua, Kompol I Gede Putra serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Mimika.

Bupati Omaleng dalam sambutannya mengakui kemegahan dan kemewahan RSUD Mimika. Bahkan menurutnya jauh lebih baik dari RS Dok II Jayapura. Ia berharap kemegahan itu bisa diikuti dengan pelayanan yang maksimal kepada pasien tanpa membedakan terutama masyarakat Papua. “Di Papua, rambut keriting, kulit hitam, badaki tidak boleh tutup hidung, itu kewajibanmu untuk layani,” ujar Bupati Omaleng.

Adanya IRD dengan fasilitas lengkap maka kedepan kata Bupati Omaleng, RSUD Mimika yang saat ini masih tipe C bisa naik menjadi tipe B. Bupati juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan RSUD Mimika. “Tahun depan kita tambah lantai 2 atau lantai 3 tergantung anggaran. Kalau sudah ada bangunan seperti ini, tahun berikut kita bisa buat RS lain di Timika, tapi karena belum tipe B jadi masih fokus di sini,” terangnya.

Dikatakan Bupati yang masih sangat kurang adalah sumber daya manusia termasuk dokter dan perawat. Untuk mencari tenaga di Mimika dengan spesialisasi yang dibutuhkan memang tidak mudah sehingga Bupati menyarankan RSUD untuk merekrut dari luar.

Khusus perawat dan bidan memang ada lulusan Poltekes Kemenkes Jayapura di Mimika. Tapi ditegaskan Bupati bahwa semua harus memenuhi syarat. Meskipun sudah sarjana tapi wajib tersertifikasi dan mengantongi STR. “Jadi ini tidak bisa begitu saja rekrut, kita benar-benar melihat tenaga medisnya supaya latar belakangnya seperti apa baru bisa rekrut,” ujar Bupati.

Sementara itu Direktur RSUD Mimika, dr Evelyne Pasaribu, MMKes menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 391 Tahun 2014  tentang Pedoman Penetapan Rumah Sakit Rujukan Regional, RSUD Mimika ditetapkan sebagai salah satu dari lima rumah sakit rujukan regional di Papua. RSUD Mimika khusus di wilayah adat Mee Pago.

Ditetapkannya RSUD Mimika sebagai rumah sakit rujukan regional maka harus naik menjadi tipe B. Karena melihat kondisi saat ini dimana IGD belum memenuhi syarat maka pada Tahun 2017 lalu, RSUD mengajukan DAK untuk pembangunan IRD. “Sebenarnya yang kami ajukan dua lantai tapi karena anggaran yang diberikan cukup satu lantai. Kami berharap di Tahun 2020 kami bisa menambah satu lantai lagi khusus untuk rawat darurat,” ujar Evelyne.

Masih merujuk pada Permenkes 319, yang mewajibkan RS tipe B masak makanan sendiri maka pada tahun lalu juga dibangun gudang instalasi gizi. Pada Tahun ini dapur juga akan direhab sehingga diharapkan semuanya bisa sinkron.

Evelyne berharap dengan pembangunan fasilitas ini maka RSUD berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi. Ia mengapresiasi Bupati Mimika yang terus memberikan dukungan untuk RSUD.

Fasilitas dalam IRD ini lanjut Evelyne cukup lengkap. Ada ruang tindakan, ruang bedah dan non bedah. Kemudian ada ruang NICU untuk bayi bermasalah. Ruang persalinan, ruang radiologi yang memiliki CT-Scan dan rontgen serta farmasi dan laboratorium yang berada dalam satu bangunan. Peralatan kesehatan sebagian sudah ada dan tahun ini akan ditambah lewat pengadaan menggunakan DAK.

Tapi dari sisi tenaga kesehatan memang diakui Evelyne masih kurang. Ia sudah meminta persetujuan Bupati untuk dilakukan penambahan. Tidak disebutkan berapa banyak yang dibutuhkan, tapi memang kata Evelyne lumayan banyak. Apalagi beberapa ruangan sudah direhab dan bisa terpakai sehingga jumlah tempat tidur bertambah, sehingga itu juga harus diikuti dengan penambahan tenaga. Tapi sambil menunggu adanya penambahan tenaga maka layanan akan tetap dimaksimalkan.

Untuk naik kelas menjadi tipe B, RSUD Mimika sudah memiliki IRD. Tapi yang harus dilengkapi adalah tenaga kesehatan terutama dokter spesialis dan dokter sub spesialis. Saat ini RSUD Mimika sudah memiliki 16 dokter spesialis. Baru satu yang memiliki sub spesialis jantung itupun status kontrak karena sudah pensiun.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *