oleh

Tak Bongkar APK Sendiri, Rp 58 Juta Masuk Kas Daerah

TIMIKA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Mimika sudah menerima surat dari Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Mimika, terkait penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) termasuk baliho.

Sesuai surat dari Bawaslu, pemasangan APK hanya sampai Minggu (14/4) pukul 24.00 WIT. Jadi mulai Senin (15/4) kemarin semuanya sudah harus bersih. Surat yang sama juga disampaikan kepada ketua partai politik.

Kepala Dinas PMPTSP Mimika, Lopianus Fuakubun yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/4) kemarin mengatakan, seharusnya pembersihan dilakukan mulai Sabtu (13/4) sampai Minggu (14/4). Baik caleg pribadi maupun partai politik.

Untuk pemasangan APK berupa baliho dikatakan Lopianus, harus mendapat izin sekaligus menyertakan uang jaminan bongkar sebesar Rp 50 ribu per lembar. Uang jaminan itu kata Lopi, bisa diambil kembali jika pemasang spanduk membongkar sendiri.

“Kalau sudah bongkar sendiri jaminannya dikembalikan,” katanya.

Beberapa Caleg kata Lopi sudah mendatangi Dinas PMPTSP sekaligus menunjukkan bukti telah membongkar, sehingga uangnya dikembalikan. Tapi yang tidak bongkar sendiri otomatis uang jaminan bongkarnya tidak dikembalikan.

Selama masa kampanye, ada 16 partai politik dan 144 orang caleg yang memasang baliho atau alat peraga kampanye dengan total 1.177. Nilai uang jaminan bongkar yang dititipkan sebesar Rp 58.850.000. Beberapa sudah dikembalikan, tapi sebagian besar belum dan diberi deadline hanya sampai kemarin.

Sehingga lanjut Lopi, baliho dibongkar oleh Satpol PP bersama Bawaslu. Sedangkan uang jaminan yang dititipkan tidak bisa dikembalikan, dan dimasukkan ke kas daerah.

“Atau bisa dipakai untuk biaya bongkar. Orang bongkar inikan butuh transport, butuh minum, inikan limbah sampah terus diambil, ditata,” paparnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *