oleh

Dana Otsus Belum Cair, Pemda Menunggak Bantuan Pendidikan

TIMIKA – Pemerintah tingkat kabupaten kini mulai merasakan dampak belum disalurkannya Dana Otonomi Khusus (Otsus). Pemda Mimika bahkan harus menunda pembayaran atau menunggak bantuan pendidikan kepada dua lembaga pendidikan yang sudah menjalin kerjasama.

Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Manusia Setda Mimika, Hengky Amisim yang ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (15/7) kemarin mengatakan ada dua program bantuan pendidikan yang sumbernya dari Dana Otsus yaitu kerjasama dengan sekolah penerbangan dan Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN).

Sampai saat ini dikatakan Hengky Amisim belum ada instruksi atau petunjuk teknis dari provinsi mengenai penyaluran dana Otsus. Tapi Pemda dalam hal ini Bagian SDM sudah berkoordinasi dengan kedua lembaga pendidikan tersebut, agar tetap melanjutkan kerjasama. “Kami akan tetap tanggungjawab,” katanya.

Di sekolah penerbangan Pemda Mimika menyekolahkan 8 orang putra-putri asli Papua untuk menjadi calon pilot. Kemudian di STIPAN ada 30 orang yang sudah sekolah sejak dua tahun lalu. Menurut Hengky, pembayaran untuk STIPAN tersisa satu tahun.

Untungnya, bantuan pendidikan bagi ribuan pelajar yang tersebar di 15 kota studi tidak lagi bersumber dari Dana Otsus tapi APBD Kabupaten Mimika murni. Hanya saja nilainya sudah berkurang. Tahun sebelumnya dari Otsus sebesar Rp 10 miliar, sekarang tinggal Rp 7 miliar.

Berkurangnya alokasi anggaran untuk bantuan pendidikan otomatis menurut Hengky, bantuan kepada setiap pelajar pasti ikut turun. Nilai bantuan kepada setiap pelajar berbeda tergantung tingkat pendidikan. Untuk D3, S1 dan S2 pasti berbeda. Sebelumnya untuk D3 diberi bantuan Rp 7 juta tapi kemungkinan turun jadi Rp 5 juta.

Juga lanjut Hengky, dengan jumlah dana yang tersedia maka Pemda Mimika tidak mungkin membantu semua suku. Jadi fokus untuk suku Amungme dan Kamoro. Makanya Bagian SDM sudah melakukan monitoring dan evaluasi, sebab banyak pelajar yang sebenarnya sudah selesai dan tidak aktif lagi tapi masih terdaftar sebagai penerima bantuan pendidikan. Data tahun lalu ada 1.113 orang penerima bantuan. “Tahun ini pasti sudah berkurang karena ada yang kita saat monitoring tidak kuliah atau sudah selesai,” ungkap Hengky.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *