oleh

Transportasi Online Segera Beroperasi di Timika

TIMIKA – Transportasi online segera beroperasi di kota Timika. Seperti layanan di kota-kota besar Indonesia, seperti Gojek, Timika akan punya Mitra Ojek (Mijek). Persiapan penggunaan aplikasi melalui hp android untuk mengaktifkan Mijek oleh pemesanya sudah sampai 90 persen. Pihak penyedia jasa Mijek, yakni PT Mijek Transport Indo hanya tinggal menunggu perijinan dari Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan. Selain itu, pihak Mijek kini sedang mempersiapkan kantor operasional. Selain akan memberikan layanan ojek online, dalam aplikasi Mijek ini, akan ada layanan Mycar, Myfood dan kurir.

Direktur Operasional Mijek, Mustofa usai mempresentasikan kesiapan Mijek di Ruang Rapat Kantor Dishub, Senin (15/7) mengatakan aplikasi Mijek sebenarnya sudah dilaunching pada Januari 2019. Dalam empat hari peluncuranya, sudah ada 2.000 pengguna aplikasi Mijek. Namun, karena belum mengantongi ijin dari pemerintah, maka pihaknya menarik aplikasi ini dari play store.

“Dari segi aplikasi kita sudah 100 persen siap, untuk mitra kita tidak akan mendahului kebijakan pemerintah, sebelum kita mendapat ijin kita tidak akan menjaring mitra,” jelas Mustofa.

Disebutkannya, Mijek akan melakukan setiap langkah berdasarkan aturan dan regulasi yang berlaku. Seperti pada tarif yang akan dibayar oleh pengguna, tetap berdasarkan ketentuan dari Kementerian Perhubungan. Aplikasi yang digunakan pun sebutnya, hampir sama dengan aplikasi Gojek dan Grab.

Menanggapi adanya pelayanan Mijek yang akan segera beroperasi di kota Timika, Kadishub, Yan S Purba mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pihak penyedia jasa Mijek. Diantaranya, perekrutan mitra adalah warga yang mempunyai KTP Timika. Hal ini dilakukan agar tujuan lainya untuk mengurangi pengangguran di sini bisa dilaksanakan. Selain memiliki KTP Timika, mitra juga harus mempunyai SIM Timika. Dengan ijin mengendarai dari Timika, maka jika ada penindakan atau penertiban bisa dilakukan dengan cepat oleh pemerintah.

“Yang harus diperhatikan itu dalam perekrutan mitra, harus punya KTP dan SIM Timika,” ujar Yan.

Kendaraan yang akan digunakan untuk pelayanan Mijek juga sebutnya harus mempunyai nomor plat PA dan dibelakang angkanya M. Dengan plat Mimika, maka secara langsung mitra akan membayar pajak kendaraan mereka di sini juga. Sebelum digunakan, kendaraan itu harus dilakukan kir.

Dari proses yang cukup panjang ini, harus benar-benar diperhatikan karena pihak pemerintah ingin menjadikan Mijek ini sebagai contoh dari pelayanan jasa transportasi online yang tertata, aman dan nyaman karena terjamin keselamatan pengguna.

Selain itu tambahnya, adanya aplikasi yang kemungkinan bisa dioffkan oleh mitra, hal ini diharapkan tidak terjadi. Dimana, pengguna harus bisa mendapatkan pelayanan transportasi yang terjamin dengan sistem yang juga terus mengakomodir kebutuhan pelanggan. Sementara untuk usulan dari pihak Mijek yang berkomitmen jika kehadiran mereka akan membantu pemeirntah dalam hal pemasukan Pendapatan Asli Daerah, kata Yan, hal ini harus dikoordinasikan bersama dinas teknis terkait yakni Badan Pendapatan Daerah.

Keberadaan Mijek nantinya ungkap Yan, akan tetap dievaluasi bersama dengan Dishub. Dishub sendiri yang berperan sebagai pembina akan mencoba melakukan evaluasi pelayanan yang sudah dilakukan oleh Mijek mininal tiga sampai enam bulan sekali.

“Dishub sebagai pembina, tiap tiga sampai enam bulan kita harus evaluasi. Kita tidak campur, tapi untuk keamanan dan kenyamanan berlalu lintas, ini penting,” jelas Yan. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *