oleh

Proses Adat Belah Kayu Di Ilaga Utara, Pertanda Angkat Panah Berakhir

Keluarga Mom dan Hagabal sendiri sebenarnya masih ada hubungan kekerabatan, sehingga disebut perang saudara. Perang ini bermula dari Mimika, tepatnya di Kwamki Narama dan terbawa hingga ke Kabupaten Puncak, tepatnya di Distrik Ilaga Utara, yang menyebabkan 7 orang meninggal dunia dan luka-luka di kedua belah pihak.

Ikut dalam tahapan perdamaian yang dilakukan kemarin, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ari Purwanto dan Dandim 1714/Puncak Jaya dan Puncak, Letkol Inf Agus Sunaryo, serta Wakil Bupati Puncak, Pelinus Balinal, SSos Ag dan Sekda Puncak, Drs Abraham Bisay. Selain itu turut hadir Sekretaris Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt Silas Mom, STh, Muspida lainnya, dibawah pengawalan ketat anggota TNI/Polri yang bertugas di Kabupaten Puncak.

Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi mengatakan proses belah kayu dan patah panah ini, atau dalam bahasa daerah disebut blandoni, artinya sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak. Sehingga baginya, yang utama adalah kehadiran pemerintah, TNI/Polri, adalah untuk memberikan rasa aman bagi warganya dan itu sudah dilakukan oleh pihaknya, dimana sudah memfasilitasi perdamaian antara kedua belah pihak yang bertikai.

“Dengan adanya tahapan belah kayu dan patah panah ini, maka proses perdamaian sudah dilakukan. Kedua belah pihak sudah bisa bebas berjalan, melakukan aktifitasnya seperti biasa lagi, tanpa ada rasa ketakutan, rasa dendam, tidak lagi angkat panah,” ungkapnya.

“Proses selanjutnya, dimana ada tokoh adat dari masing-masing pihak, tokoh agama, kepala kampung, kepala distrik, saling melakukan kunjungan ke kubu atas dan bawah, yang diikuti oleh warganya. Dengan demikian kondisi sudah aman dan damai kembali,” tambahnya.

Lanjut Willem Wandik, dalam tahapan ini juga sudah ada surat pernyataan yang ditanda tangani oleh perwakilan dari kedua belah pihak, untuk tidak angkat panah. Jika ada yang melanggar dan angkat panah lagi, maka polisi akan melakukan penangkapan kepada pelaku dan diproses dengan hukum positif, untuk memberikan efek jera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *