oleh

Mahasiswa Asal Puncak Diimbau Tidak Terprovokasi Isu Eksodus

TIMIKA – Terkait situasi dan kondisi yang terjadi sehubungan dengan permasalahan rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang beberapa waktu yang lalu, yang memicu terjadinya gelombang demonstrasi diikuti tindakan anarkisme di Papua dan Papua Barat, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Puncak melalui Bupati, Willem Wandik, SE MSi mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa asal Kabupaten Puncak se Jawa-Bali, Makassar dan Manado.

Ada empat poin dalam imbauan yang bersifat penting tersebut, seperti yang diterima redaksi Radar Timika, Selasa (10/9) malam.

Yang pertama, Bupati mengimbau kepada seluruh mahasiswa asal Kabupaten Puncak, untuk tidak terprovokasi terhadap isu eksodus atau pulang kampung mahasiswa dari seluruh Jawa-Bali, Makassar dan Manado, dengan tetap melanjutkan perkuliahan di tempat semula, sebagaimana biasanya sampai dengan selesai.

Poin kedua. Tidak ada sistem pendidikan yang menjamin bahwa seluruh mahasiswa yang pulang ke Papua dapat ditampung dan langsung melanjutkan perkuliahan di Perguruan Tinggi di Papua. Akibatnya dapat mengganggu perkuliahan selanjutnya dari mahasiswa yang bersangkutan.

Ketiga, pemerintahan Kabupaten Puncak tidak menyediakan anggaran bagi mahasiswa yang pulang ke Papua maupun kembali ke tempat semula sehubungan dengan permasalahan dimaksud.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *