oleh

Tim Investigasi Diturunkan Ke Puncak

ILAGA – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, berjanji akan mengawal kasus penembakan yang menyebabkan tiga warga Puncak meninggal dunia, serta empat luka-luka di Kampung Olen, Distrik Mabugi, Selasa (17/9) lalu. Bahkan tim investigasi gabungan TNI/Polri juga sudah diturunkan ke Kabupaten Puncak, untuk mengumpulkan sejumlah data dan fakta terkait peristiwa penembakan tersebut.

Demikian hal tersebut disampaikan Pangdam saat tatap muka dengan Pemerintah Kabupaten Puncak, tokoh gereja, keluarga korban dan kepala suku di Kantor Bupati Puncak di Ilaga, Kabupaten Puncak, Sabtu (21/9).

Ikut bersama rombongan Pangdam, perwakilan dari Mabes Polri, Irjen Pol Paulus Waterpauw, dan juga perwakilan dari Kemenko Polhukam Desk Papua, Kol Inf Almuchalif Suryo, SIP, Danrem 173/PVB dan Dandim 1714 Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya, dan para perwira tinggi lainnya di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih.

Dari tatap muka tersebut, terungkap masyarakat meminta agar pasukan non organik segera ditarik dari Ilaga. Juga proses pengejaran kepada KKB segera dihentikan, karena berdampak kepada masyarakat sipil, lantaran anggota KKB lebih banyak berlindung di belakang masyarakat.

Menurut mantan Pangdam XII/Tanjungpura ini, dirinya baru saja dilantik menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih, Selasa (17/9) lalu bertepatan dengan peristiwa penembakan di Distrik Mabugi, membuat dirinya langsung terbang ke Ilaga untuk mengecek langsung kejadian tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *