oleh

Bupati dan Wakil Bupati Ajak Warga Pengungsi Kembali Ke Kampung

ILAGA – Pasca penyisiran atau pengejaran yang dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri dalam rangka penegakan hukum terhadap anggota KSB yang berada di wilayah Kabupaten Puncak sejak Agustus lalu, serta penembakan yang dilakukan aparat keamanan di Kampung Olen, Distrik Mabugi, 17 September yang menyebabkan tiga warga meninggal dunia dan empat luka-luka, ternyata membawa ketakutan dan trauma bagi warga setempat.

Bahkan ada warga yang mengungsi untuk mencari tempat aman, seperti yang terjadi di Kampung Tigilobak, dan empat kampung sekitarnya di Distrik Gome, sejak Agustus lalu.

Sehingga untuk menghilangkan rasa trauma maupun rasa takut dari para warganya tersebut, Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi serta Wakil Bupati Puncak, Pelinus Balinal, SSos Ag didampingi Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ari Purwanto serta Dandim 1714, Letkol Inf Agus Sunaryo, mengunjungi para pengungsi yang jumlahnya sekitar 300 kepala keluarga dari lima kampung di Distrik Gome.

Kegiatan trauma healing pertama dipimpin oleh Bupati Puncak, Willem Wandik ke warga Kampung Tegilobak, Distrik Gome, Minggu (21/9). Dalam kegiatan ini sekaligus berjumpa dengan para pengungsi. Bahkan Bupati dan rombongan juga menuju langsung ke Kampung Tegilobak, yang jaraknya mencapai 4 kilometer dari Distrik Gome, untuk melihat langsung kondisi kampung tersebut.

Dalam kunjungan itu, Bupati mendapati jika honai semua sudah kosong. Warga memilih meninggalkan honai hampir tiga minggu karena takut. Terlebih Bupati mendapati sekitar 10 honai yang dibakar saat penyisiran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *