oleh

PB PON XX Papua Sub Mimika Studi Banding Ke Bandung

Kemudian narasumber kedua, Dr Eni Rohyani, SH Mhum yang membagikan pengalaman soal masalah hukum. Yang mana tugasnya dalam PON membantu Sekretaris Umum (Sekum) dalam penyusunan produk hukum dan kerjasama penyelenggaraan PON. Juga membentuk tim advokasi, yang anggotanya berasal dari Kejaksaan, Kepolisian dan Pengacara. Tim advokasi ini dibentuk untuk mengantisipasi permasalahan hukum yang mungkin akan timbul dalam pelaksanaan PON.

Pemateri ketiga Sekretaris III, Dwi Yudhi Ginarto R yang bertugas melakukan pengadaan barang dan jasa untuk PON. Tugasnya melakukan pengadaan barang dan jasa, pemanfaatan dan pelaporan. Yang cukup penting dalam materi mengenai pengadaan barang/jasa disampaikan Dwi, untuk pengadaan barang yang akan digunakan untuk pelaksanaan pertandingan sebaiknya sesuai dengan keinginan cabor yang bersangkutan. Sebab jika langsung dilelang, maka belum tentu peralatan yang digunakan sesuai dengan aturan pertandingan. Di sekretariat pengadaan barang/ sebaiknya, juga sebaiknya menggunakan tim advokasi.

Sementara itu, rombongan yang melakukan studi banding ke Bandung diikuti oleh Sekum PB POB SUB Mimika, Cessar Avianto Tunya, Asisten III Setda Mimika, Nicholaus Kuahaty, Ny Kalina Beanal, Kadishub, Yan Purba, Kepala Inspektorat Mimika, Yulianus Sasarari, Kadis PUPR, Robert Mayaut, Kadispora, Moh Thoha, Kadiskominfo, Demianus Katiop, Kadis Perikanan dan Kelautan, Leentje Siwabessy, Kepala DLH, Limi Mokodompit, Kadis Perijinan Satu Pintu, Lopianus Fuakubun, Lurah Kwamki, Hence Bates Suebu, Kabag Humas, Hendrikus Hayom, Kabag Pemerintahan Kampung, Slamet Sutedjo.

Pada hari kedua studi banding, Rabu (20/11) besok, masih ada dua sesi, yakni sesi pagi pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIT dan sesi kedua pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIT. Sedangkan hari ketiga akan diisi dengan kunjungan ke sejumlah venue PON XIX Jabar.(ale)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *