oleh

Beli Sayur dengan Dana Otsus, Bupati Puncak Harapkan Ekonomi Warga Meningkat

ILAGA – Wajah ibu-ibu warga Kabupaten Puncak, terutama di Ilaga, Gome, begitu gembira. Pasalnya kini mereka tidak perlu lagi memikirkan tempat pasaran untuk hasil kebun yang mereka tanam. Sebab saat ini tempat penjualan hasil kebun sudah jelas, yaitu melalui BUMD yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Puncak.

Melalui BUMD ini, jualan mereka selanjutnya dipasarkan ke Timika atau ke daerah di luar Ilaga, seperti yang dilakukan oleh Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi dan wakil Bupati Puncak, Pelinus Balinal, SSos Ag, didampingi Asisten II, Ir Darwin Tobing, MM dan para pimpinan OPD saat launching program pembelian sayur mayur dari masyarakat, di halaman Kantor Distrik Gome dan di Distrik Amukia, Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin (2/12).

Kata Bupati, program pembelian sayur ini merupakan terjemahan dari visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk memberdayakan Usaha Kecil Menengah (UKM), sekaligus sebagai kado Natal bagi warga Kabupaten Puncak, khususnya bagi mereka yang rajin menanam. Artinya program gemar menanam ini untuk menggantikan budaya proposal yang sering digunakan oleh masyarakat.

“Pembelian sayur ini merupakan amanat dari program Presiden, yakni pemberdayaan UKM. Warga diajarkan untuk menghasilkan ekonomi dari usaha hasil kebunnya. Kedepan kami akan lanjut ke koperasi dan lainnya, agar masyarakat punya usaha, ketahanan pangan juga stabil,” ujarnya.

“Pembelian sayur ini menggunakan dana Otsus Bidang Pemberdayaan Ekonomi, tahun ini kita anggarkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk beli sayur dari masyarakat,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *