oleh

MSC Untuk Masa Depan Prestasi Olahraga Papua

Olivia Zalianty mengatakan Papua terkenal dengan tempat wisata dan diving. Namun di sisi lain ia mengaku dikejutkan setelah pertama kali ke Timika untuk bermain basket di tempat yang mumpuni atau memenuhi standar yang tak kalah dengan venue di Jakarta.

Lebih surprise lagi bagi Olivia, adalah para pemain bola basket di Mimika. Papua kata dia lebih terkenal dengan sepakbola. “Tapi ternyata, beberapa khususnya itu ada yang sebenarnya kalau dibibit punya potensi banget gitu,” ujarnya.

Jadi menurut Olivia, dengan adanya lapangan selanjutnya yang menjadi tanda tanya adalah bagaimana menghadirkan pelatih. Sebab dari sisi fisik, pemain Mimika sudah memenuhi. Bahkan atlet perempuan juga sangat gesit, meski harus banyak belajar teknik.

“Jadi secara fisik sudah sangat mendukung, tinggal bagaimana dibina lagi menjadi atlet terbaik Indonesia,” kata Olivia.

Puteri Indonesia 2011, Maria Selena mengaku terkesan dengan pemain basket Mimika yang memiliki loncatan tinggi dan speed lebih cepat. Jadi secara materi sudah di atas rata-rata. Selain pembinaan untuk mengembangkan potensi, kompetisi juga harus diramaikan di Papua, terutama di Timika karena itu sangat membantu pengembangan skill.

“Kalau kompetisinya jarang, makanya salah satunya ini PTFI kalau rajin menghadirkan tiap tahun minimum dan perusahaan lain ikut meramaikan, pasti akan membantu sekali anak-anak Mimika untuk berkembang di dunia basket,” papar Maria.

Lebih lanjut ditambahkan Mario Lawalata, dengan adanya fasilitas ini akan mendorong lahirnya atlet dari Papua. Apalagi ada rencana pembentukan tim IBL yang menurutnya bisa menjadi panggung bagi atlet Mimika untuk menunjukkan bakat. Kalau terbentuk, maka pertandingan akan sering digelar di Timika dan memotivasi anak-anak ikut bermain.

Pemain basket professional, Andy Batam mengatakan atlet Papua punya potensi besar untuk tim nasional Indonesia. Pada PON sebelumnya, Papua Barat berada di peringkat ketiga. Ini menunjukkan bahwa talenta sudah ada, tinggal bagaimana memaksimalkan dari segi materi, pelatih dan kompetisi.

“Mungkin kompetisi lah, karena ada DBL untuk tingkat SMA, saya rasa itu titik awalnya sebenarnya. Kedepannya basket di Papua lebih maju juga bisa menyumbangkan atlet Papua untuk tim nasional,” tutur Andy Batam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *