oleh

3 Kampung Pesisir Sasaran Sosialisasi Kebijakan Hak Pendidikan Anak

TIMIKA – Tiga kampung di wilayah pesisir pantai Mimika, yakni Kampung Aparuka, Atuka dan Manasari (Omaoga) jadi sasaran kegiatan pengembangan pendidikan kecakapan hidup dengan sosialisasi kebijakan hak pendidikan anak. Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika ini, juga melibatkan sejumlah pihak yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemerataan Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Polsek Mimika Timur dan Koramil Mimika Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar, Jeni Ohestina Usmany, SPd MPd kepada Radar Timika, Minggu (23/2) mengatakan kegiatan di tiga kampung wilayah pesisir ini diadakan karena sampai saat ini angka partisipasi sekolah masih sangat rendah.

Untuk meningkatkan partisipasi anak-anak ke sekolah, maka lewat Bidang Pendidikan Non Formal, pihaknya sebut Jeni berusaha untuk mengedukasi masyarakat.

“Jadi kegiatan ini kami adakan dengan tujuan mengedukasi, sehingga masyarakat, dalam hal ini orang tua murid mereka sadar bahwa hak untuk mendapat pendidikan adalah hak anak yang tidak boleh mereka ganggu,” jelasnya.

Dikatakan, masih ada budaya di mana anak-anak masih dibawa ikut bekerja dengan orang tuanya, seperti ikut menjaring dan mencari ikan di laut. Anak-anak harus mengikuti orang tuanya dan tidak bersekolah.

Dinas Pendidikan kata Jeni, melihat permasalahan ini dengan memberi solusi yakni memenuhi kebutuhan tenaga pengajar yakni menempatkan guru kontrak di pesisir. Selain itu lewat program Otonomi Khusus (Otsus) dengan pemberian makan siang, anak-anak ini tidak ada alasan lagi untuk tidak pergi ke sekolah.

“Tetapi dalam waktu-waktu tertentu anak-anak itu dibawa (ikut kerja), orang tua masih beranggapan anak-anak itu dibawah kendalinya, tapi di satu sisi anak punya hak untuk memperoleh pendidikan yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun termasuk orang tuanya,” ungkap Jeni.

Untuk itulah, pihaknya yang melibatkan DP3AKB, Polsek dan Koramil guna melakukan pendekatan dengan masyarakat. Orang tua diharapkan tidak melanggar hak anak karena akan sanksi hukumnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *