oleh

Pemda Siap Hadapi Gugatan Terkait Aset

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika menyatakan siap menghadapi gugatan yang dilayangkan oleh pihak yang keberatan atas eksekusi aset berupa tanah yang sudah dilakukan. Itu disampaikan Inspektur Pemerintah Daerah Mimika, Yulianus Sasarari ketika ditemui Radar Timika di ruang kerjanya, Kamis (12/3).

Sasarari mengatakan, beberapa bulan lalu sudah ada penandatanganan kerjasama antara Pemda Mimika dengan Kejaksaan Negeri Mimika dalam rangka penanganan aset Pemda yang dikuasai pihak lain. Eksekusi yang dilakukan Pemda terhadap aset merupakan perintah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang harus segera ditangani dengan mengambil langkah-langkah.

Salah satu langkah yang diambil Pemda adalah dengan memasang papan nama bahwa tanah itu milik Pemda dibawah pengawasan KPK dan Kejari Mimika.

“Ketika ada pihak yang tidak menerima ditanamnya papan itu, mereka akan berhubungan dengan Kejaksaan Negeri Mimika sebagai pengacara negara,” ujar Sasarari.

Yang jelas ditegaskan Sasarari, Pemda Mimika siap menghadapi adanya gugatan kepada Pemda Mimika. Pasalnya Pemda Mimika memiliki dokumen berupa transaksi pembayaran dan bukti pelepasan dari pemilik tanah.

“Kalau ada yang mengaku sebagai pemilik ya silahkan. Karena Pemda tidak mungkin pasang kalau tidak ada dokumen pendukung. Pemda siap menghadapi gugatan yang diwakili oleh Kejari Mimika, karena itu sudah ada perintah untuk setiap daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota sudah ada perjanjian,” terangnya.

Dengan adanya persoalan aset ini, Inspektorat mengingatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani pengadaan tanah untuk keperluan pembangunan agar ketika melakukan pengadaan tanah, langsung mengurus sertifikat yang menjadi kekuatan hukum.

Tidak seperti beberapa aset yang diakuinya belum memiliki sertifikat seluruhnya, baru sebatas pelepasan. Ketika ada perencanaan pembangunan atau pembebasan lahan yang sudah dianggarkan dalam DPA langsung disertai dengan pembuatan sertifikat.

“Begitu bayar, selesai langsung sertifikat di BPN, supaya tidak tertinggal lama,” tandasnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *