oleh

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Terbentuk

TIMIKA – Untuk menangani penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika, Pemerintah Daerah sudah membentuk gugus tugas. Pj Sekda Mimika, Drs Marthen Paiding, MMT sebagai ketua, Kepala BPBD sebagai ketua harian dan Plt Kadinkes, Reynold Ubra sebagai sekretaris merangkap juru bicara penanganan Covid-19.

Gugus tugas bersama para pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi awal pada Rabu (18/3) di Grand Mozza Hotel dipimpin Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Plt Kadinkes, Reynold Ubra sebagai juru bicara Gugus Tugas, mengatakan tim memiliki tiga pendekatan yaitu preemptive karena belum ada kasus. Jadi sosial promosi tentang informasi bagaimana pencegahan, bagaimana ketika melakukan isolasi diri, bagaimana melapor sendiri self reporting melalui call center kemudian respon.

Call center layanan Covid-19 sudah ditetapkan dengan nomor 0853-4611-1191. Layanan itu mulai dibuka hari ini. Ia yakin dengan dibukanya ruang ini pasti akan banyak pengaduan dari masyarakat. Tapi ia menyarankan agar masyarakat bisa mendatangni fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas.

Meskipun sudah ada edaran ASN untuk bekerja dari rumah tapi seluruh petugas kesehatan dan Puskesmas akan standby untuk penanganan pencegahan Covid-19 di Mimika.

Selanjutnya jika ada temuan kasus yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan akan ditangani secara medis. Sampel akan diambil kemudian dikirim ke Balitbang Kemenkes untuk penentuan hasil pemeriksaan, apakah positif atau negatif. Kemudian orang dalam pemantauan akan terus dipantau.

Pendekatan selanjutnya adalah rehabilitasi. Kata Reynold, ini upaya mitigasi yang harus melibatkan lintas sektor supaya yang terinfeksi bisa ditangani secara baik. Bahkan sampai pada kasus terjadi kematian, bagaimana untuk pemulasaran jenazah.

Pintu keluar masuk dalam hal ini bandara dan pelabuhan akan semakin diperketat. Mulai hari ini, Dinkes akan mengerahkan petugas untuk back up KKP pelayanan di bandara melakukan screening, terutama suhu tubuh menggunakan thermogun.

“Kita juga melakukan edukasi kepada semua penumpang yang akan berangkat. Kemudian menyediakan form diisi sendiri melapor status kesehatan. Setelah itu juga barang bawaan penumpang akan dilakukan penyemprotan dengan desinfektan karena penularannya drop length, sehingga bisa menempel di barang bawaan, pakaian. Itu saya pikir langkah-langkah yang akan kita lakukan mulai hari ini sampai kedepan,” terang Reynold Ubra.

Reynold kembali menegaskan bahwa Mimika sangat potensi adanya Covid-19 karena mobilitas apalagi terhubung dengan penerbangan langsung dengan daerah endemi terutama Jakarta sebagai klaster dengan sebaran kasus terbanyak di Indonesia sekarang ini.

Makanya 14 hari kedepan adalah golden time bagi Mimika untuk bisa dinyatakan bebas Covid-19 jika upaya pencegahan dilakukan secara masif. Dan ia optimis dengan dukungan para pemangku kepentingan bukan hanya pemerintah tapi juga swasta, masyarakat dan lembaga agama untuk bisa melindungi warga Mimika dari ancaman Covid-19.

Tim gugus juga akan terus mengkampanyekan cara pencegahan. Kunci utama adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau meningkatkan imunitas masing-masing orang. “Sebenarnya yang harus kita lakukan adalah ketika dapat satu kasus yang memang harus kita awasi adalah Orang Dalam Pengawasan (ODP),” tegasnya.

Reynold menambahkan, dalam penanganan Covid-19 ini gugus tugas juga terintegrasi dengan tim kesehatan PTFI. Namun khusus di area kerja PTFI, sudah ada layanan untuk melapor sendiri, memberlakukan health alert card bagi karyawan yang melakukan perjalanan untuk diisi dan diketahui. Itu sudah diberlakukan sejak Januari.

Sampai hari ini upaya pengendalian virus pada lingkungan perusahaan itu sudah dilakukan, bahkan tempat untuk isolasi pun sudah disiapkan. Bahkan RS Tembagapura menyiapkan ambulans udara jika ada temuan kasus untuk diintegrasikan dengan Pemda.

Secara keseluruhan kesiapan penanganan Covid-19 di Mimika kata Reynold sudah siap. Beberapa rumah sakit sudah menyiapkan ruang isolasi. Alat pelindung diri bagi tenaga medis juga sudah disiapkan. Bahkan RSUD yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 oleh Kemenkes untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika terjadi kasus maka salah satu ruang bangsal dengan kapasitas 40 ruangan akan dikosongkan untuk dijadikan ruang isolasi.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengingatkan agar pasokan kebutuhan pokok terutama bahan makanan harus dipastikan tetap tersedia agar masyarakat tidak panik. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *