oleh

Tangani Covid-19, Bupati Alokasikan Rp 100 Miliar

TIMIKA – Selain upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika juga mematangkan persiapan tindakan rehabilitasi jika ada temuan kasus. Rumah Sakit Umum Daerah Mimika saat ini sudah ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Melihat masih terbatasnya sarana dan prasarana maka Pemda Mimika dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng, SE MH mengucurkan anggaran sebesar Rp 100 miliar ke RSUD Mimika agar bisa melengkapi sarana dan prasarana.

Terutama ruang isolasi yang saat ini hanya ada 6 ruangan. RSUD sudah menyiapkan salah satu bangsal mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus. Bangsal itu bisa berkapasitas 40 ruangan. Namun harus direhabilitasi dan dilengkapi dengan peralatan.

Bupati Omaleng sudah memerintahkan Direktur RSUD, dr Antonius Pasulu untuk mengajukan proposal mendahului APBD Perubahan agar perbaikan dan penataan rumah sakit segera dilakukan. Menurut Bupati ini bukan hanya dalam rangka penanganan Covid-19 tapi untuk jangka panjang. “Segera perbaiki rumah sakit dibantu Dinas Kesehatan. Jangan tunggu setelah ada kasus baru kerja,” paparnya.

Bupati Omaleng didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob, SSos MM serta Pj Sekda, Drs Marthen Paiding, MMT turun langsung memantau kesiapan RSUD Mimika dalam rangka penanganan Covid-19. Bupati menilai sudah ada beberapa kemajuan seperti fasilitas air bersih yang sudah ada dan mengalir 24 jam dan fasilitas lainnya namun memang harus ada penambahan.

Ia juga menyatakan bahwa seluruh gedung di RSUD harus direhab. “Gedung yang beberapa itu harus direhab sehingga harus siapkan kamar mandi, tempat tidur, air bersih. Dari sekarang kerja, kalau ada kasus jadi tempat rujukan,” ujar Bupati Omaleng.

Selain rehab gedung, anggaran itu juga akan digunakan untuk melengkapi sarana prasarana terutama yang menjadi prioritas dalam penanganan Covid-19 ini. Seperti alat pelindung diri dan alat kesehatan lainnya terutama ventilator.

Bupati, Wabup serta Ketua DPRD, Roby Omaleng dan para pejabat lainnya juga memantau langsung proses pemantauan di Bandara Mozes Kilangin baik di terminal sisi selatan maupun sisi utara. Di dua terminal itu sudah disiagakan petugas kesehatan termasuk dokter dan perawat untuk melakukan screening dan pemeriksaan. Ruang pemeriksaan bagi penumpang yang memiliki gejala juga sudah disiapkan. Jika ada gejala klinis maka akan dirujuk ke RSUD Mimika. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *