oleh

Kafe Ditutup, Resto dan Warung Tidak Boleh Makan di Tempat

“Kita pantau kalau mereka yang berani buka itu kita langsung tutup total. Tidak ada kompromi, ini diperintahkan oleh undang-undang,” terang Willem Naa.

TIMIKA – Terhitung mulai Sabtu (21/3) lalu, tempat hiburan malam diminta untuk tidak beroperasi lagi. Tapi bukan hanya THM, seluruh tempat usaha yang menjadi tempat perkumpulan banyak orang juga ditertibkan. Termasuk kafe, restoran, warung hingga tempat rekreasi.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH sudah memberikan surat perintah tugas kepada Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penertiban dan pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar, seperti bar, kafe, restaurant maupun tempat-tempat wisata.

Instruksi Bupati itu langsung ditindaklanjuti oleh Satpol PP dengan mendatangi satu per satu tempat usaha. Dimulai dari bar-bar pada Sabtu (21/3) malam lalu dan dilanjutkan dengan kafe, restoran, warung makan dan tempat rekreasi pada Minggu (22/3). Bukan hanya itu lokalisasi Kilometer 10 juga ditutup total.

Kepala Dinas Satpol PP, Willem Naa yang memimpin langsung penertiban mengatakan, untuk bar dan kafe, tempat pijit serta tempat rekreasi harus ditutup total. Sementara untuk warung makan dan restoran tetap diziinkan buka, tapi tidak diperkenankan melayani makan di tempat. Tidak diperkenankan menggelar meja dan kursi. “Kami harapkan kepada pemilik yang datang mau belanja atau beli makanan dan minuman itu tolong dilayani, tidak boleh makan di tempat. Itu dibawa pulang ke rumah, tidak diizinkan makan di tempat,” ujarnya.

Satpol PP akan melakukan pemantauan setiap hari dan terus melaporkan kepada Bupati Mimika. Jika ada tempat usaha yang melanggar instruksi maka diberi sanksi penutupan total. “Kita pantau kalau mereka yang berani buka itu kita langsung tutup total. Tidak ada kompromi, ini diperintahkan oleh undang-undang,” terang Willem Naa.

Willem mengatakan ini sebagai cara dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pemda mengambil langkah antisipasi daripada jika terjadi kasus itu sulit untuk dicegah lagi. Ia juga berharap seluruh masyarakat Mimika bisa mematuhi instruksi pemerintah, agar bisa membebaskan Mimika dari Covid-19 yang tengah mewabah di seluruh dunia.

“Kami imbau tolong seluruh masyarakat Kabupaten Mimika harus waspada dan mohon supaya mendukung langkah yang dilakukan Pemda untuk kepentingan bersama. Langkah yang kami lakukan ini bukan benci atau memojokkan orang, bagaimana semua orang baik itu tujuannya,” tuturnya.

Begitu juga dengan judi kim, akan ditutup karena menjadi tempat perkumpulan masyarakat khususnya masyarakat Papua. Bukan hanya laki-laki tapi juga perempuan. Judi kim kata dia, kembali menjamur padahal sudah ditutup. Sehingga ia Satpol PP akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan penertiban. “Jadi kim tidak diperkenankan di kota ini,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *