oleh

Kekurangan Stok Obat, Hanya 2 Pustu Kwamki Narama yang Dibuka

TIMIKA – Puskesmas Kwamki Narama mengalami kekurangan stok obat. Kekurangan mulai dialami pada tahun ini. Dengan adanya kekurangan stok obat inilah yang menyebabkan dua Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kwamki Narama, terpaksa tidak melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Dari empat Pustu, hanya dua yang masih melakukan pelayanan. Sementara kepada masyarakat yang berada di dua lokasi Pustu yang tidak dibuka ini, terpaksa harus menuju ke Puskesmas Kwamki Narama sebagai Puskesmas induk.

Kepala Puskesmas Kwamki Narama, Emy Kogoya, Jumat (27/3) mengatakan masyarakat yang datang berobat ada yang komplain karena hanya diberikan obat yang menurut mereka tidak membuat penyakit menjadi sembuh.

“Kita punya dua Pustu ini tidak dilayani, empat Pustu semua di sini, karena stok obat terbatas jadi kita arahkan pasien semua ke Puskesmas,” jelasnya.

Adapun dua Pustu yang lokasinya cukup jauh dari Puskesmaslah yang tetap melayani masyarakat. Sementara dua Pustu yang tidak terlalu jauh jaraknya dengan Puskesmas, tidak melayani masyarakat karena obatnya terbatas.

Adapun Pustu yang tidak melayani lagi adalah Pustu Landu Mekar, Pustu Walani, dan Pustu yang masih buka yakni Pustu Dem dan Pustu Bintang Lima.

Dengan kekurangan stok obat ini, pihaknya sebutnya, tidak hanya tinggal diam. Mereka sudah meminta stok di gudang Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK), namun berdasarkan informasi yang didapat, obat belum bisa didapat.

“Persediaan obat ini kurang, kita minta di gudang saja, tidak ada, mulai tahun ini (kurang),” ujarnya.

Dikatakan Emy, obat-obat yang paling dibutuhkan masyarakat seperti paracetamol, anti biotik, amocylin, asam mefenamat serta obat-obat batuk. Obat-obatan ini lanjutnya memang masih ada, namun kini stoknya cukup terbatas.

“Kami mohon supaya pemerintah tolong, ini obat tidak boleh ada kekosongan seperti ini,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *