oleh

Jubir Covid: Tetap ke Pasar, Paling Beresiko Terpapar Corona

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan penularan virus corona atau Covid-19. Dengan melakukan pembatasan sosial dan meminta warga tetap berada di dalam rumah.

Sayangnya, instruksi itu belum dipatuhi sebagian orang. Sebagian besar warga Timika masih beraktivitas seperti biasa di luar rumah. Pasar masih ramai. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan yang bukannya sepi, tapi tetap ramai pada pagi hingga siang hari.

Situasi ini sangat disayangkan oleh gugus tugas. Juru Bicara Covid-19 Mimika, Reynold Ubra ketika memberikan keterangan kepada media melalui videoconference, Sabtu (4/4) lalu mengatakan garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 bukanlah tenaga medis. Ia menegaskan bahwa tenaga medis justru berada di garda terbelakang karena baru bertindak ketika ada kasus.

Garda terdepan penanggulangan Covid-19 kata Reynold, justru masing-masing orang dimulai dari keluarga untuk memutus rantai penyebaran virus. Caranya dengan tetap melakukan isolasi di rumah. Cuci tangan pakai sabun (CTPS), social distancing dan physical distancing.

Sehingga menurut Reynold, warga yang masih berada di luar rumah terlebih ke tempat ramai seperti pasar, pusat perbelanjaan dan perkumpulan lainnya paling beresiko terpapar virus. “Masyarakat yang masih ke pasar tanpa physical distancing, social distancing, tanpa cuci tangan mereka yang paling beresiko. Masyarakat yang pergi ke pusat perbelanjaan yang masih berkumpul mereka beresiko,” ujarnya.

Pemda Mimika lanjutnya sudah mengambil kebijakan membatasi penerbangan dari luar Mimika untuk menghindari adanya penularan dari luar. Itu juga akan sangat berdampak pada penanganan di Mimika sendiri. “Harus tetap ada di rumah kasih kesempatan biar kami yang bekerja,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *