oleh

10 Sampel PDP Baru Tunggu Hasil Lab

“Sehingga kami mau sampaikan bahwa kami tidak kambing hitamkan siapapun dalam masalah ini, tapi diduga dengan terkonfirmasi berbeda,” tandas Reynold.


TIMIKA – Dua hari lalu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mimika sudah mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap lima sampel yang sudah dikirim sebelumnya. Hasilnya sampel yang dikirim dinyatakan semua positif Covid-19.

Saat ini, Gugus Tugas juga tengah menunggu hasil pemeriksaan 10 sampel dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang baru dikirim Senin (6/4) kemarin. Sampel itu dikirim ke Jayapura dan diprediksi hasilnya bisa diumumkan hari ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra dalam keterangannya kepada media melalui video conference, Senin (6/4) kemarin mengatakan, sampai kemarin sampel yang dikirim sudah ada 20. Yang sudah dilaporkan ada 8.  Sementara 12 lainnya sedang menunggu hasil. Terdiri dari sampel 10 PDP baru yang dirawat di RSUD Mimika 5 orang dan 5 orang di RS Tembagapura. Dua sampel lagi adalah PDP lama untuk pemeriksaan kedua setelah perawatan yakni pasien 01 dan 02.

Sampai Senin kemarin, ada tambahan 5 PDP baru, sehingga jumlahnya 51 orang. 20 menjalani perawatan di rumah sakit. Kemudian status ODP ada penambahan 9 orang sehingga totalnya 69 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) ada penambahan 39 orang sehingga berjumlah 124 orang.

PDP yang dirawat di RS Tembagapura diungkapkan Reynold masih memiliki hubungan dengan klaster Lembang. Sama halnya dengan 5 kasus positif yang diumumkan dua hari lalu juga berhubungan dengan klaster Lembang karena secara jelas melayat pada salah seorang warga Timika yang meninggal setelah kembali dari acara di Lembang.

Mestinya lanjut Reynold, semua PDP termasuk ODP dan OTG harus menjalani pemeriksaan laboratorium. Tapi karena ketersediaan VTM yang terbatas, sehingga sampel yang dirujuk diprioritaskan pada PDP dengan gejala berat, yakni pasien yang diisolasi di rumah sakit.

“Idealnya semua PDP, ODP dan OTG. Yang paling prioritas adalah OTG dan ODP, karena hampir sebagian besar tidak menunjukkan gejala, tapi sebenarnya mereka bisa menularkan ke orang lain. Status OTG itu dikelompokkan atau kriterianya mereka tidak menunjukkan gejala, tapi pernah kontak erat dengan PDP yang terkonfirmasi laboratorium positif,” jelas Reynold.

Adapun sampel yang dikirim oleh RSUD Mimika yakni sampel pasien inisial LB yang sudah meninggal, RH, RA, TS dan RS. Ada satu pasien yakni RA yang akan di-tracing setelah hasil keluar karena memiliki riwayat perjalanan dari Makassar pada 17 Maret, tapi juga hadir dalam pemakaman peserta kegiatan di Lembang.

Untuk warga Timika peserta kegiatan Lembang yang meninggal, memang tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium. Tapi dijelaskan Reynold, warga tersebut meninggal setelah menghadiri kegiatan. Juga memiliki riwayat kontak erat dengan salah satu peserta yang dinyatakan positif Covid-19. Juga memiliki riwayat kontak erat dengan kasus 02 dan 03 yang ada di Timika termasuk pasien yang sudah meninggal.

“Sekian yang dinyatakan positif, mereka kontak erat dengan pergi melayat. Sehingga kami mau sampaikan bahwa kami tidak kambing hitamkan siapapun dalam masalah ini, tapi diduga dengan terkonfirmasi berbeda,” tandas Reynold.

Ada dugaan peserta kegiatan Lembang terpapar virus corona karena tanda dan gejala termasuk faktor risiko terutama riwayat kontak dan riwayat perjalanan itu bisa memberikan asumsi bahwa kasus yang di Timika memiliki hubungan erat.

“Asumsi yang kita bangun dari data kesehatan yang kami punya. Data secara kualitas dari orang terdekat yang kami temui dan susun kronologi. Jadi kami simpulkan bahwa dari 8 positif, sekian banyak yang dirawat di RSUD Mimika berdasarkan pengakuan yang sakit memiliki riwayat kontak erat dengan pemakaman peserta,” terangnya.

Bahkan tim mendapat informasi, bahwa mereka yang melayat dan bersalaman atau bersentuhan mengalami sakit meskipun isolasi mandiri. Dari sekitar 200 data yang dikumpulkan, untuk klaster Jakarta hanya 32, selebihnya adalah klaster Lembang bahkan sampai ada di Mimika Timur.

“Kami hanya coba tracing kaitannya dari mana. Secara epidemiologi, orang yang sakit dengan tanda dan gejala yang sama dalam waktu tidak terlalu jauh dan memiliki informasi tentang kontak erat dan mungkin bisa ada dalam satu lokasi bisa bangun satu kesimpulan. Jadi yang dinyatakan Covid-19 tidak harus dengan pemeriksaan laboratorium, tapi berdasarkan kondisi sekarang ini,” jelas Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *