oleh

Satu PDP Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

TIMIKA – Salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Mimika pada Senin (6/4) kemarin meninggal dunia. Meski belum ada hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan pasien positif Covid-19, namun pemakaman tetap dilakukan dengan protokol Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra dalam keterangannya kepada media melalui video conference, Senin (6/4) kemarin mengatakan, pasien dengan inisial LB meninggal dunia di RSUD Mimika sekitar pukul 13.30 WIT.

“Pada hari ini (kemarin), salah satu PDP meninggal dunia pada siang hari tadi dan pasien tersebut sudah dimakamkan ditangani langsung oleh tim gugus tugas Covid-19. Kami atas nama Pemda Mimika dan tim gugus menyampaikan turut berdukacita yang dalam atas meninggalnya pasien yang sedang dirawat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan almarhum izinial LB yang dinyatakan meninggal dunia diberi tempat terbaik,” ujar Reynold.

Pemakaman yang dilakukan di tempat pemakaman umum Kelurahan Kamoro Jaya (SP 1) dengan protokol Covid-19 diambil alih oleh gugus tugas dalam hal ini Dinas Sosial dan BPBD didampingi tim disinfektan dari PSC 119. Pemakaman dilakukan sekitar Pukul 17.00 WIT sesuai standar WHO yakni paling lambat 4 jam setelah meninggal.

Pasien inisial LB itu mulai dirawat di RSU pada Jumat (3/4) lalu. Sempat dibawa ke shelter untuk dilakukan isolasi, tapi karena memiliki riwayat penyakit, sehingga dikembalikan ke RSUD. LB dinyatakan sebagai PDP karena memiliki hubungan dengan klaster Lembang. Dimana LB juga menghadiri pemakaman peserta kegiatan di Lembang.

Sesungguhnya, sebelum meninggal dunia siang kemarin, sampel LB sudah dirujuk ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan. Sehingga hasil pemeriksaan lab akan tetap diumumkan kepada masyarakat melalui media jika sudah ada.

Terhadap LB, atau PDP yang meninggal juga dilakukan kontak tracing. Hasilnya ada sekitar 3 orang yang melakukan kontak erat. Satu diantaranya bahkan memiliki gejala, yaitu punya riwayat demam, batuk dan sesak nafas. “Kami masih tracing lagi dari PDP yang meninggal,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *