oleh

Pemda Minta Pertamina Tidak Tahan Penyaluran Minyak Tanah

TIMIKA – Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat Kabupaten Mimika kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak jenis minyak tanah. Adapun minyak tanah yang dijual di pasar sekarang ini harganya mengalami kenaikan. Minyak tanah eceran selama ini bisa didapatkan dengan harga Rp 30 ribu per lima liter. Tapi sekarang naik menjadi Rp 50 ribu per lima liter bahkan ada yang menjual Rp 60 ribu.

Pj Sekda Mimika, Drs Marthen Paiding, MMT ditemui Radar Timika di Kantor Distrik Mimika Timur, Jumat (10/4 mengakui adanya kesulitan masyarakat dalam mendapat minyak tanah. “Kelihatan di pasaran sangat kurang dan harganya cukup mahal,” katanya.

Sehingga kata Pj Sekda, Pemda Mimika dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng sudah meminta kepada PT Pertamina sebagai pemegang otoritas untuk segera menyalurkan minyak tanah kepada masyarakat.

“Jangan ditaha-tahan. Bupati sudah minta kemarin, jangan ada monopoli, jangan ada tahan atau timbun. Kalau memang ada, salurkan supaya masyarakat mendapatkan itu. Itu hak masyarakat,” tegas Marthen Paiding.

Ditambahkan Pj Sekda, pemerintah sudah mengajukan usulan untuk pergantian agen penyalur dari CV Fafi kepada CV Wani Jaya. Sehingga itu sudah bisa menjadi dasar bagi Pertamina untuk menyalurkan minyak tanah kepada masyarakat melalui agen dan pangkalan. “Karena kebutuhan minyak tanah sangat tinggi, dan harga ikut naik, jadi pemerintah harapkan Pertamina segera proses ke CV Wani Jaya sebanyak 140 kiloliter,” tandasnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *